KuBisnis Exit Reader Mode

Jangan percaya takhayul, dukun, dan pesugihan

About | Indeks Artikel | Hot Project | Peta Situs
Laman ini adalah tampilan mode baca. Klik di sini untuk keluar dari mode baca: Jangan percaya takhayul, dukun, dan pesugihan

Suatu hal yang membuat saya merasa miris dalam kehidupan di tahun 2019 ini adalah masih banyaknya orang yang percaya dengan takhayul, dukun, dan pesugihan. Padahal, hal-hal ini sudah tidak lagi relevan di era yang katanya memasuki Revolusi Industri 4.0 dewasa ini. Ketika bangsa-bangsa dunia pertama (AS & Eropa) semakin maju akibat metode ilmiah, eh negeri ini masih saja ada yang percaya hal-hal mistis tersebut. Tulisan ini ingin mengajak anda yang ingin menjadi entrepreneur untuk mulai berpikir kritis dengan logika yang tajam agar bisa meraih kesuksesan dalam apapun sektor bisnis anda (kecuali bisnis perdukunan tentunya).

Dunia semakin maju karena ilmu pengetahuan dan teknologi

Kita harus tahu bahwa produk-produk yang saat ini tersedia dan membuat kehidupan menjadi lebih mudah adalah produk-produk hasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Mulai dari listrik, produk elektronik seperti mesin cuci, setrika, televisi, dsb., produk otomotif seperti pesawat, motor, mobil, dsb., berbagai obat-obatan, dan masih banyak lagi. Lalu apa produk dunia perdukunan? Paling-paling hanya reality show palsu yang sudah direkayasa sedemikian rupa. Malah bisa dikatakan bahwa kepercayaan akan ilmu hitam membuat dunia ini mundur ke belakang, ke zaman purba.

Oleh fugitiva444 | Pixabay

Untuk anda yang ingin menjadi pebisnis, anda akan jauh lebih baik apabila menguasai teknologi. Hal ini dikarenakan penguasaan teknologi dapat membuat anda memiliki keunggulan kompetitif lebih dari pesaing-pesaing anda. Misalnya saja pemasaran sekarang lebih banyak ditemui di media sosial dan website, memproses transaksi jual-beli sudah menggunakan POS terminal yang terhubung dengan ojek online, jual-beli menggunakan marketplace online, dan lain-lain. Oleh karena itu, entrepreneur harus mengembangkan strategi yang memungkinkan mereka untuk mengambil keuntungan maksimal dari tren terbaru dalam teknologi.[1]

Pahami makna dari takhayul

Tidak semua takhayul, mitos, pseudoscience, dan hal-hal supranatural sejenis adalah omong kosong yang tidak berarti. Ada beberapa yang meskipun cukup aneh tapi ternyata memiliki kebijaksanaan kuno atau ancient wisdom di situ. Misalnya nasihat “Anak-anak kalau matahari sudah tenggelam jangan keluar rumah nanti diculik setan.” Hal ini sebenarnya menggambarkan keadaan zaman dulu yang ketika matahari sudah tenggelam tidak ada lagi cahaya penerangan, keadaan sudah sangat sepi, sehingga sangat berisiko apabila anak-anak masih bermain di luar rumah. Apakah benar diculik setan? Tentu saja tidak! Akan tetapi ada juga takhayul yang benar-benar omong kosong, misalnya angka sial 4 atau 13.[2]

Meskipun sekarang kita telah tahu kalau mitos-mitos tersebut kebanyakan tidak akurat, akan tetapi kita sebaiknya tidak lalu bertindak yang kelewat progresif. Misalnya tetap “kekeuh” untuk memunculkan kembali angka 4 pada bisnis properti, nanti takutnya kita malah dijauhi oleh konsumen dan mitra bisnis. Seorang pengusaha harus cerdik dalam menghadapi situasi seperti ini. Bahkan ia dapat menggunakan ramalan untuk kebaikan dirinya yang saya ulas pada ramalan yang terpenuhi sendiri / self-fulfilling prophecy

Jauhi dukun dan pesugihan

Yang saya maksud di sini adalah dukun atau paranormal yang (1) mengharuskan anda untuk membayar, memberikan mahar, atau memberikan sumbangan; (2) Membuat klaim yang bombastis; dan (3) Mengharuskan anda membeli produk tertentu. Orang-orang yang seperti ini (sebut saja Tipe-A) adalah penipu yang sebaiknya anda hindari. Sedangkan sebagian lain dari orang-orang “pintar” ini (sebut saja Tipe-B) adalah delusional, orang baik yang sebenarnya bermaksud baik, akan tetapi tidak menyadari kalau kemampuan supranaturalnya itu sebenarnya tidak ada. Saya mengatakan seperti ini karena berbagai penelitian dan pengujian (menggunakan metode ilmiah) tentang paranormal dan kemampuan supranatural sampai sekarang tidak ada yang berhasil.[3]

Begitu juga dengan pesugihan dengan bermacam-macam jenisnya, itu hanyalah tipuan belaka untuk mengelabuhi korban membayar mahar. Andai kata lapak di sebelah anda ramai, anda jangan lalu kemudian berpikir mereka menggunakan pesugihan. Misalnya mereka menggunakan pesugihan pun, tidak akan ada efeknya. Untuk itu kita harus mengetahui bahwa penghasilan itu tergantung pada kinerja kita sendiri sebagai manusia, sukses dan gagalnya seseorang terutama disebabkan karena faktor dirinya sendiri. Ketika kita rajin bekerja dan memiliki kompetensi, maka niscaya Tuhan YME akan memberikan keberhasilan untuk kita. Takhayul, dukun, dan pesugihan hanyalah omong kosong yang tidak ada nilainya. Selalu berdoa dan berusaha, itulah resep keberhasilan yang sebenarnya.

Referensi:
[1] https://dl.acm.org/citation.cfm?id=363069
[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Tetraphobia
[3] https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_prizes_for_evidence_of_the_paranormal

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2019, "Jangan percaya takhayul, dukun, dan pesugihan," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/jangan-percaya-takhayul-dukun-pesugihan/ (diakses pada 21 Sep 2019).

Artikel Terkait:

Indeks Artikel

· © 2019 KuBisnis · Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta KuBisnis, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis ·