Kami mendeteksi Anda menggunakan program ad-blocker. Situs ini menggunakan advertisement agar Anda dapat menggunakan situs ini dengan gratis. Mohon tambahkan www.kubisnis.com ke dalam whitelist ad-blocker Anda, atau bantu kami dengan donasi di bagian bawah situs ini. Trims :)

Benarkah uang adalah sumber dari kejahatan?

Laman ini adalah tampilan standar. Akses mode baca di: Benarkah uang adalah sumber dari kejahatan?

Orang-orang miskin cenderung membenci uang dan mereka menganggap uang adalah sumber kejahatan. Padahal kutipan kalimat “uang adalah sumber segala kejahatan” tersebut tidak lengkap. Yang benar adalah “cinta akan uang adalah sumber segala kejahatan.” Meskipun hanya sedikit berbeda kalimatnya, tapi maknanya menjadi berbeda jauh. Uang bukanlah sumber kejahatan. Uang hanyalah medium transaksi yang digunakan oleh manusia untuk berdagang (medium of exchange) dan satuan hitung (unit of account). Karena secara bawah sadar orang-orang miskin membenci uang, maka mereka akan tetap miskin. Sebaliknya perilaku nyata mereka malah menunjukkan kalau mereka cinta uang. Kontradiksi ini akan menghambat mereka untuk mencapai kesuksesan.

ilustrasi-uang
Oleh TheDigitalWay | Pixabay

Entrepreneur sejati tidak mencintai uang

Ya, meskipun ini terdengar aneh, tetapi anda harus mengetahui kalau untuk menghasilkan uang, seorang entrepreneur harus mengeluarkan uang terlebih dahulu –inilah yang dinamakan dengan investasi. Pengusaha tidak takut mengeluarkan uang karena mereka tahu bahwa uang hanyalah media transaksi yang bisa datang dan pergi sesuka hati. Uang-uang dari arus penghasilan mereka kemudian diubah menjadi aset-aset seperti emas, properti, tanah, dan surat berharga lain. Mereka juga mereinvestasikan lagi uang tersebut sehingga arus kas mereka menjadi semakin deras.

Mencintai uang berarti menyimpan uang dan merasa sayang dengan simpanan tersebut. Kecintaan akan uang ini biasa ditunjukkan oleh orang-orang miskin. Akibatnya, mereka tidak melakukan investasi dan selamanya akan tetap miskin.

Untuk bisa berhasil, anda sebaiknya paham kalau uang hanyalah media transaksi, sehingga gunakanlah untuk melakukan transaksi dengan tujuan untuk meningkatkan penghasilan.

Uang adalah media transaksi yang netral

Baik kriminal maupun aparat penegak hukum semuanya menggunakan uang. Yang berbeda adalah maksud penggunaan uang tersebut. Uang bisa dipakai untuk kejahatan namun bisa dipakai juga untuk kebaikan. Sifat netral uang inilah yang membuat semua orang bisa menggunakan uang dan semua orang mau menerima uang sebagai alat transaksi.

Oleh karena itu, misalnya ada seorang kriminal belanja di toko kelontong menggunakan uang hasil curian. Uang yang diterima pemilik toko bukanlah uang “haram” bagi si pemilik toko karena ia tentu saja tidak tahu dari mana asal uang itu. Tidak akan ada kasir yang lalu bertanya: “Bapak dapat uang ini dari mana?” Dalam kasus transaksi ini, maksud penggunaan uang adalah membeli sembako dan bukan untuk kejahatan.

Cinta uang hanya akan membawa masalah

Seorang yang memuja uang akan menggunakan segala cara untuk bisa memperoleh uang, termasuk dengan tindak-tindak kejahatan. Ia akan menyimpan uang terlalu banyak yang juga dapat mengundang kejahatan. Hidupnya tidak tenang karena selalu dihantui rasa cemas akan kehilangan uangnya. Ia akan menjadi kikir dan tidak mau berbagi dengan sesama.

Entrepreneur sejati membangun bisnis yang memiliki tata kelola yang baik (good governance).

Sebaliknya, entrepreneur sejati menggunakan uang dengan bijak. Ia akan menggunakan uang untuk meningkatkan arus kasnya. Dengan investasi ia akan mengembangkan usahanya yang secara tidak langsung akan membagikan uang lebih banyak kepada para karyawannya. Ia akan mendanai proyek-proyek yang akan memberikan nilai manfaat bagi masyarakat. Inilah wujud self-interest yang dibatasi oleh moralitas yang diidam-idamkan oleh Adam Smith. Ketika semua orang berusaha mewujudkan kemakmurannya dengan cara yang benar, maka akan tercipta masyarakat yang makmur dengan sendirinya.

like-fb-kubisnis
Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

Akhir kata, seorang pengusaha sejati tidak mencintai uang, sehingga ia tidak membangun bisnis yang memiliki tata kelola yang buruk, korupsi, dan merugikan orang lain. Ia sadar bahwa bisnis yang berkelanjutan (sustainable) adalah bisnis yang taat pada aturan, memiliki tata kelola yang baik, serta bermanfaat bagi banyak orang.

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2020, "Benarkah uang adalah sumber dari kejahatan?," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/benarkah-uang-adalah-sumber-dari-kejahatan/ (diakses pada 07 Jul 2020).

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.