Cara Menemukan Ide Bisnis Yang Tepat


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Cara Menemukan Ide Bisnis Yang Tepat (untuk menghemat pemakaian data).

Menemukan ide bisnis yang tepat untuk seseorang memang sedikit membutuhkan analisis internal dan eksternal. Analisis internal adalah analisis yang berasal dari preferensi dan profil seseorang, sedangkan analisis eksternal berasal dari lingkungannya. Artikel ini mengajak kita untuk serius dalam menemukan ide bisnis yang tepat, sehingga dalam perjalanan mewujudkan ide itu tidak terlalu banyak menghadapi masalah yang berarti. Untuk membantu memetakan ide, penulis telah membuat tabel skor dan cara menilai, sebagai salah satu cara menemukan ide bisnis yang tepat (min=1, max=5):

Tabel Analisis Ide Bisnis

Tabel Analisis Ide Bisnis

Faktor Internal

1. Apakah anda menyukai ide bisnis tersebut?
Hal ini adalah pertanyaan yang mendasar bagi seluruh startup bisnis. Apabila seseorang tidak menyukai idenya, bagaimana bisa membuat orang lain menyukai ide itu? Apabila anda menyukai ide tersebut, berikan skor yang tinggi pada bagian ini.

2. Apakah anda memiliki passion pada ide bisnis tersebut?
Hanya sekedar menyukai ide saja tidaklah cukup, seseorang sebaiknya memiliki passion pada idenya. Hal ini karena ia akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja dalam bidang yang sesuai dengan ide itu. Akan terasa sangat menyiksa apabila ia bekerja pada bidang yang tidak ia cintai. Berikan skor tinggi apabila anda memiliki passion pada ide tersebut.

3. Apakah anda memiliki keahlian pada ide bisnis tersebut?
Kecintaan seseorang pada suatu bidang tidak akan membantunya apabila ia tidak memiliki keahlian pada bidang tersebut. Banyak founder bisnis yang beranggapan bahwa founder cukup mempekerjakan orang yang ahli, sehingga dirinya sendiri tidak perlu ahli. Itu adalah kesalahan yang fatal. Mungkin saat ini ia masih belum ahli (masih belajar), tetapi tidak apa-apa karena seiring waktu berjalan skillnya akan meningkat. Berikan skor tinggi apabila anda sudah ahli.

4. Apakah anda memiliki pengalaman pada ide bisnis tersebut?
Tahukah anda bahwa dunia luar jauh lebih keras dari dunia perkuliahan? Pendidikan saja tidak cukup. Seseorang sebaiknya sudah memiliki pengalaman pada idenya. Paling tidak ia sudah pernah tahu seluk beluk dan kesulitan dalam mewujudkan idenya. Berikan skor tinggi apabila anda sudah berpengalaman.

5. Apakah anda sendiri mau menggunakan produk hasil dari ide bisnis tersebut?
Tahukah anda bahwa banyak bisnis besar yang bermula dari founder yang menciptakan produk untuk dirinya sendiri? Twitter, Boxee, Tumblr, Foursquare, Userland, Vimeo, dll, adalah produk yang ingin digunakan sehari-hari oleh foundernya. Apabila seseorang menggunakan produknya sehari-hari, berarti besar kemungkinan ada orang lain yang sepaham dengannya, kecuali “taste” dirinya memang sangat buruk. Berikan nilai tinggi apabila anda sendiri berniat menggunakan produk anda.

lampu-ide

Lampu ide | Photo by Ramunas Geciauskas is licensed under CC-BY-2.0

Faktor Eksternal

1. Apakah ide bisnis anda adalah sesuatu yang unik?
Unik, berbeda, lain dari yang lain, adalah salah satu penilaian positif untuk ide seseorang. Namun, ia semestinya tetap dalam koridor yang masuk di akal (tidak nyentrik). Unik di sini berarti tidak hanya berbeda, namun juga memiliki nilai tambah dari keunikannya. Berikan skor yang tinggi apabila ide anda unik.

2. Apakah ide bisnis anda dapat menyelesaikan persoalan di lingkungan?
Setiap bisnis adalah bernilai apabila dapat menyelesaikan persoalan dalam sektor bisnis tersebut. KuBisnis misalnya, ingin menyelesaikan persoalan rendahnya mutu generasi muda, khususnya minat entrepreneur, dengan mempublikasikan artikel-artikel yang bermutu untuk dapat memperluas wawasan pembaca. Apakah produk anda dapat menyelesaikan persoalan? Berikan nilai tinggi apabila ide anda dapat menyelesaikan persoalan.

3. Apakah ide bisnis anda memiliki prospek yang menjanjikan?
Seseorang dapat melihat tren konsumen, tren ilmu pengetahuan, tren teknologi, dll. Prospek ide mungkin menjanjikan apabila seirama dengan tren tersebut. Misalnya seseorang ingin membuka toko isi pulsa, padahal tren sekarang sudah isi pulsa via online, atm, m-banking, dll. Tentu saja prospek idenya tidak menjanjikan. Berikan nilai tinggi apabila prospek ide tersebut snda nilai menjanjikan.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

4. Apakah ide bisnis anda memiliki sedikit kompetitor?
Semakin banyak persaingan, maka membuat ide seseorang tidak lagi terlalu bernilai. Semakin banyak persaingan dapat membuat perang harga yang akhirnya mematikan usaha. Tahukah anda berapa banyak media sosial saat ini? Sehingga apabila seseorang ingin menambah daftar media sosial lagi (tanpa ada nilai tambah), ia kemungkinan besar akan gagal. Berikan nilai tinggi apabila kompetisi belum ketat.

5. Apakah ide bisnis anda mendapat respon yang positif dari kerabat (komunitas)?
Ceritakan ide pada kerabat terdekat, jangan takut ide akan dicuri karena setiap ide akan unik apabila anda melakukan langkah-langkah sesuai dengan tabel skor ini. Kadang masukan dari orang lain akan dapat memperkaya ide seseorang sehingga dapat menyempurnakan ide tersebut. Berikan skor tinggi apabila anda mendapatkan respons positif.

lampu-ide-2

Lampu inspirasi | Photo by Camera Eye Photography is licensed under CC-BY-2.0

Penilaian

  • Rata-rata 1,00 – 2,50 = rendah.
  • Rata-rata 2,51 – 3,50 = sedang (sesuaikan dengan intuisi anda, apakah akan dimasukkan ke rendah atau tinggi).
  • Rata-rata 3,51 – 5,00 = tinggi.

Cara Menentukan ide bisnis yang tepat

Berikut ini adalah makna dari skor yang sudah dibuat:

  • Keduanya Rendah = cari ide yang lain
  • Internal Rendah dan Eksternal Tinggi = wow, peluang bisnis ini memang bagus, sayangnya anda tidak cocok kerja di sini. Tanyakan kepada diri anda, apakah anda mau belajar dari awal dan mencoba mencintai hal yang tidak anda sukai?
  • Internal Tinggi dan Eksternal Rendah = Sayang sekali keahlian anda tidak dibutuhkan oleh pasar, namun anda dapat memilih untuk mengedukasi masyarakat sehingga menciptakan pasar baru. Memang anda akan miskin di awal, tapi toh sementara anda akan mendapatkan kepuasan yang lain karena mengerjakan sesuatu yang anda cintai.
  • Keduanya Tinggi = go for it!

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2015, "Cara Menemukan Ide Bisnis Yang Tepat," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/cara-menemukan-ide-bisnis-yang-tepat/ (diakses pada 10 Dec 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.