Kami mendeteksi Anda menggunakan program ad-blocker. Situs ini menggunakan advertisement agar Anda dapat menggunakan situs ini dengan gratis. Mohon tambahkan www.kubisnis.com ke dalam whitelist ad-blocker Anda, atau bantu kami dengan donasi. Trims :)

Investasi Terbaik adalah Berinvestasi pada Bisnis Anda Sendiri

Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Investasi Terbaik adalah Berinvestasi pada Bisnis Anda Sendiri (untuk menghemat pemakaian data).

Setelah anda lulus kuliah, anda akan mendapatkan pekerjaan yang dapat membuat anda memulai perjalanan finansial anda sendiri. Saya masih ingat ketika saya mendapatkan penghasilan yang lumayan besar dan berniat untuk berinvestasi ke pasar saham, pasar mata uang digital, emas, dll., karena tergiur dengan imbal hasil yang lumayan daripada hanya menabung dalam bentuk deposito bank. Akan tetapi setelah saya melakukan berbagai riset, saya akhirnya menyimpulkan bahwa bentuk investasi terbaik –apabila anda bukan berlatar belakang seorang yang sudah kaya alias “kaya turunan”– adalah berinvestasi pada diri dan bisnis anda sendiri.

grow-money
Oleh nattanan23 | Pixabay

Instrumen Investasi Memiliki Imbal Hasil yang Terbatas

Saham, obligasi, emas, properti, dll., memiliki imbal hasil per tahun yang terbatas, yang bergantung pada kondisi perekonomian. Imbal hasil instrumen-instrumen investasi ini sangatlah jarang yang dapat mencapai misalnya 10x atau 1000%. Sebagai contoh apabila anda memiliki modal 10 juta, sangat jarang modal tersebut akan bertambah menjadi 100 juta di tahun berikutnya. Umumnya anda akan mendapatkan imbal hasil 1 juta atau 10% pada kondisi perekonomian yang baik (juga tergantung pada instrumen yang anda pilih).

Oleh karena itu, tidak tepat rasanya untuk anda yang masih muda, untuk berinvestasi pada bisnis orang lain (melalui sekuritas), karena anda masih memiliki potensi untuk bekerja dengan keahlian anda untuk membuat modal 10 juta rupiah tersebut menjadi berlipat ganda pada tahun-tahun berikutnya. Sebagai contoh sederhana, misalnya anda membeli bahan baku kain sebesar 10 juta, lalu mengubahnya menjadi sprei dan bedcover, kemudian menjualnya di marketplace online. Saya yakin apabila anda memiliki keahlian yang baik, anda akan dapat melipatgandakan modal tersebut setidaknya menjadi 20 juta rupiah hanya dari penjualan batch pertama sehingga anda akan memiliki lebih banyak modal untuk membuat sprei dan bedcover pada batch kedua.

Instrumen Investasi Memiliki Risiko

Tidak ada investasi yang murni bebas risiko. Setiap instrumen investasi umumnya memiliki risiko pasar dan risiko bisnis, kecuali bunga bank/deposito dan obligasi pemerintah. Sayangnya sebagian “investor” menganggap remeh risiko dari instrumen-instrumen investasi yang non “risk-free” ini. Ketika kondisi pasar dan perekonomian sedang buruk, yaitu saat terjadi perlambatan ekonomi atau bear market, imbal hasil dari investasi anda akan mengalami penurunan yang signifikan. Bahkan, ada kemungkinan modal anda akan berkurang. Terlebih lagi jika terjadi resesi atau yang lebih parah lagi terjadi krisis. Tidak menutup kemungkinan nantinya modal anda akan menjadi tidak bernilai.

Kadang anda akan menemukan istilah High Yield Investment Plan (HYIP). Saya hanya bisa menghimbau agar anda berhati-hati dengan instrumen investasi semacam ini. Ingat bahwa risiko pasar dan risiko bisnis berlaku juga untuk HYIP. Sebagian besar HYIP adalah penipuan dan sebagian kecil adalah “penipuan halus.” Artinya, pada 99% kesempatan, anda sebaiknya menghindari HYIP 🙂

Investasi pada Diri Anda Terlebih Dahulu

Pada skenario sebelumnya, saya mengasumsikan bahwa anda telah memiliki keahlian yang “berguna” untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. Akan tetapi, kenyataannya dulu saya pun kesulitan untuk menentukan usaha (sampingan) apa yang bisa saya lakukan karena keahlian saya di kantor kurang dapat membuat ide bisnis saya terwujud. Hal ini terkait dengan kurangnya high income skill yang saya miliki. Apabila anda belum memiliki high income skill, saya menyarankan agar anda untuk mengikuti pendidikan atau pelatihan di lembaga yang bonafide daripada uang “nganggur” anda digunakan untuk membeli instrumen-instrumen investasi.

Dengan berinvetasi pada diri anda sendiri, maka anda bisa terbebas dari risiko penipuan –kecuali anda gemar menipu diri anda sendiri, hehehe– dan bisa mengurangi dampak dari risiko bisnis. Ketika anda sudah begitu mahir dalam bidang yang anda pilih, maka anda akan semakin mahir dalam mengelola risiko bisnis.

Akhir kata, saya ingin agar tulisan ini mendorong anda untuk tidak malas. Bagi saya investasi pada bisnis orang lain hanya bermakna dua hal: (1) anda sudah terlalu kaya, atau (2) anda malas. Kata-kata sibuk, tidak punya modal, tidak punya keahlian hanyalah excuses yang anda buat untuk berkompromi dengan kemalasan anda.

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2019, "Investasi Terbaik adalah Berinvestasi pada Bisnis Anda Sendiri," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/investasi-terbaik-adalah-berinvestasi-pada-bisnis-anda-sendiri/ (diakses pada 24 May 2019).

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.