Kami mendeteksi Anda menggunakan program ad-blocker. Situs ini menggunakan advertisement agar Anda dapat menggunakan situs ini dengan gratis. Mohon tambahkan www.kubisnis.com ke dalam whitelist ad-blocker Anda, atau bantu kami dengan donasi. Trims :)

Memiliki Kualitas Seperti Pegawai Baru untuk Meraih Kesuksesan

Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Memiliki Kualitas Seperti Pegawai Baru untuk Meraih Kesuksesan (untuk menghemat pemakaian data).

Apakah seseorang yang sudah lama bekerja sudah pasti sukses dalam karirnya? Setiap pekerja tentunya pernah merasakan menjadi pegawai baru yang sangat patuh pada ketentuan-ketentuan dari perusahaan. Kita juga sudah mengerti bahwa kesuksesan di tempat kerja sangat dipengaruhi oleh mentalitas dan perilaku kita dalam bekerja. Namun, semakin kita lama bekerja dalam suatu perusahaan, mental dan perilaku kita semakin menurun. Mengapa demikian? Karena kita berada pada zona nyaman dalam suatu pekerjaan sehingga malas. Pada tulisan saya ini, saya akan membahas tentang bagaimana kita dapat menjadi sukses dengan mengubah sikap dan perilaku kita seperti seorang pegawai baru, saat pertama kali bekerja di suatu perusahaan.

membangun-karir
Oleh jarmoluk | Pixabay

Mempunyai Kedisiplinan dan Etos Kerja yang Baik

Seorang karyawan baru tidak segan-segan untuk memberikan segenap kemampuannya untuk memajukan perusahaan. Pegawai baru biasanya akan cekatan dan tanggap dengan tugas yang dibebankannya, selain itu ia akan mematuhi aturan-aturan perusahaan dan mengerjakan sebaik mungkin apa yang menjadi tugasnya hingga tuntas. Saya tahu hal ini sangat sulit dilakukan untuk anda yang sudah lama bekerja dan terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Akan tetapi, ada baiknya anda untuk mengingat bagaimana bersemangatnya anda saat pertama kali bekerja.

Selalu Memberikan Ruang untuk Kesempatan Baru

Karyawan baru masih memiliki kemauan yang tinggi untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Contohnya saat jam istirahat tiba, mungkin banyak pegawai yang memakai waktu istirahatnya untuk makan, bersantai, dan ngobrol dengan teman-teman sejawatnya. Namun jika kita bandingkan dengan pegawai baru, mereka rela memberikan beberapa menit waktu istirahatnya untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu dan memanfaatkan kesempatan untuk memberikan kesan yang baik pada pimpinannya. Bukan berarti saya menganjurkan anda untuk “menjilat” atasan loh, tapi tidak ada salahnya bukan untuk menunjukkan itikad baik anda kepada atasan.

Memunculkan Ide-Ide Segar

Seorang pegawai baru akan memunculkan ide-ide yang segar –walapun tanpa sepengetahuannya cara tersebut sudah pernah dikerjakan di perusahaan– dan berjuang untuk menyelesaikannya sampai akhir. Biasanya pegawai baru akan diminta untuk memberikan pendapat atau ide-ide tentang hal yang akan dikerjakan, Saat itulah perannya sebagai pegawai baru dibuktikan lewat pedapat yang ia lontarkan. Karena atasan menganggap pegawai baru mempunyai imajinasi dan wawasan yang baru yang mungkin tidak didapat oleh karyawan yang sudah berpengalaman.

Tidak Suka Berpolitik

Seorang pegawai baru tidak memiliki motif politik untuk saling “senggol” dengan teman sejawatnya, karena yang ada dipikirannya adalah bagaimana caranya untuk mengerjakan pekerjaan yang mereka kerjakan dengan baik dan dapat diterima oleh atasan. Saya pernah mengalami sebagai pegawai baru yang cukup disiplin dan tidak ada dibenak saya pikiran “mana lawan mana kawan” karena bagi saya mereka adalah rekan kerja yang harus dihormati. Seorang karyawan baru juga cenderung tidak pilih-pilih teman. ia akan bersikap santun dan menghargai dengan teman sejawatnya. Mengapa demikian? karena mereka memposisikan dirinya sebagai pegawai baru yang harus membaur dengan orang sekitar jadi dipikirannya tidak ada stigma sosial sama sekali.

Apabila kita sebagai senior di sebuah perusahan memiliki etos kerja seadanya dan asal-asalan, kita akan kalah dengan pegawai baru yang mempunyai motivasi dan etos kerja yang tinggi. Biasanya sebagian dari kita apabila sudah bekerja cukup lama dalam pekerjaan, kita dihadapkan pada situasi di mana kita malas untuk mengembangkan diri kita untuk menjadi lebih baik. Jika kita memberikan hari pertama kita setiap bulan untuk menyegarkan dan mengubah mindset kita dengan mengatakan pada diri kita sendiri “apa yang dapat saya lakukan untuk memajukan perusahaan secara berbeda dari bulan lalu?” kita akan berpikir kritis untuk selalu berkomitmen mengupgrade kemampuan kita. Contoh pengembangan diri untuk semakin baik adalah dengan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kinerja. Dengan pelatihan tersebut, kita menjadi lebih luas wawasannya dan tidak akan ketinggalan dengan kemampuan pegawai baru yang otaknya lebih segar dan cemerlang.

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2019, "Memiliki Kualitas Seperti Pegawai Baru untuk Meraih Kesuksesan," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/memiliki-kualitas-seperti-pegawai-baru-untuk-meraih-kesuksesan/ (diakses pada 24 May 2019).

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.