Protein adalah salah satu nutrisi makro yang paling penting bagi tubuh, tetapi justru sering dikonsumsi dalam jumlah yang kurang. Banyak orang mengira memprioritaskan protein berarti harus makan protein dalam jumlah berlebihan. Padahal, yang dimaksud adalah menaikkan asupan protein yang selama ini terlalu rendah.
Manfaat protein untuk tubuh sangat besar, terutama sebagai bahan dasar pembentuk otot. Latihan hanyalah proses merangsang otot, sementara protein berperan sebagai bahan bangunan utama. Tanpa protein yang cukup, tubuh akan kesulitan mempertahankan massa otot, terutama seiring bertambahnya usia.

Protein Hewani dan Nabati: Mana yang Lebih Baik?
Protein berasal dari dua sumber utama, yaitu protein hewani dan protein nabati.
Protein hewani dikenal memiliki profil asam amino esensial yang lengkap. Inilah alasan mengapa protein hewani sering disebut sebagai protein berkualitas tinggi karena tubuh dapat memanfaatkannya secara optimal untuk perbaikan jaringan dan pembentukan otot.
Sementara itu, protein nabati memiliki keunggulan dari sisi pencernaan. Banyak sumber protein nabati lebih mudah dicerna dan cocok bagi orang yang memiliki masalah pencernaan sehingga keduanya sama-sama bermanfaat jika dikonsumsi dengan komposisi yang tepat.
Manfaat Protein untuk Rasa Kenyang dan Kontrol Nafsu Makan
Salah satu manfaat protein untuk tubuh yang paling terasa adalah efek kenyang. Protein memiliki efek termik yang tinggi, artinya tubuh membakar lebih banyak energi hanya untuk mencernanya.
Selain itu, protein bersama lemak memicu pelepasan hormon kenyang. Inilah sebabnya makanan tinggi protein membuat kita lebih cepat kenyang dan tidak mudah lapar kembali.
Sering kali, keinginan ngemil di malam hari bukan karena tubuh membutuhkan karbohidrat, tetapi karena kekurangan protein. Jika yang dipilih adalah makanan tinggi karbohidrat, rasa kenyang datang lebih lambat dan asupan kalori menjadi berlebihan.
Kebutuhan Protein Harian yang Ideal
Di Indonesia, kebutuhan protein sering disebut sekitar 0,7 sampai 1 gram per kilogram berat badan. Namun, setelah usia 30 hingga 40 tahun, massa otot mulai menurun secara alami.
Karena itu, kebutuhan protein harian sebaiknya ditingkatkan menjadi sekitar 1,5 hingga 2 gram per kilogram berat badan. Target ini tidak harus langsung tercapai. Mencapai 70 hingga 100 persen dari kebutuhan protein harian sudah tergolong baik dan realistis.
Ikan sebagai Sumber Protein Terbaik
Ikan merupakan salah satu sumber protein terbaik dan paling fleksibel. Baik ikan laut maupun ikan air tawar sama-sama bermanfaat.
Tuna, salmon, kakap, lele, dan patin mengandung protein tinggi dengan variasi kadar lemak yang berbeda. Cara pengolahan sangat menentukan manfaatnya. Memanggang, mengukus, atau membakar ikan jauh lebih disarankan dibanding menggoreng.
Ayam dan Telur: Sumber Protein Praktis
Ayam, terutama dada ayam, adalah sumber protein yang mudah didapat dan mudah diatur porsinya. Meski sering disebut rendah lemak, ayam tetap mengandung lemak alami yang bermanfaat.
Telur juga merupakan makanan tinggi protein yang sangat praktis. Telur bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti direbus atau setengah matang. Semuanya baik asalkan tanpa tambahan minyak berlebih. Jika konsumsi telur cukup banyak, rasio putih dan kuning dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Seafood dan Mitos Kolesterol
Udang, kerang, tiram, dan kepiting adalah sumber protein yang baik. Masalah yang sering muncul bukan berasal dari seafood itu sendiri, melainkan dari cara memasaknya.
Penggunaan minyak berlebih atau margarin sering menjadi penyebab utama naiknya kolesterol. Namun, yang disalahkan justru seafood-nya, bukan metode pengolahannya.
Daging Merah dan Perannya dalam Diet Protein
Daging merah seperti kambing dan sapi sering dianggap buruk. Padahal, daging merah memiliki profil asam amino yang lengkap dan memberikan efek kenyang yang tinggi.
Masalah muncul ketika daging merah dikombinasikan dengan karbohidrat berlebih dan dimasak dengan banyak minyak. Jika dikonsumsi tanpa karbohidrat berlebihan dan diolah secara sederhana, daging merah dapat membantu kontrol makan dengan baik.
Protein Nabati sebagai Pelengkap
Protein nabati seperti Greek yogurt tanpa gula dan tempe merupakan pilihan yang baik. Tempe dibuat melalui proses fermentasi sehingga lebih mudah dicerna dan kadar gulanya lebih rendah.
Kacang-kacangan dan biji-bijian memang mengandung protein, tetapi umumnya juga tinggi karbohidrat atau lemak. Oleh karena itu, sumber ini lebih cocok sebagai pelengkap, bukan sumber protein utama.
Kesimpulan: Manfaat Protein untuk Tubuh Lebih dari Sekadar Otot
Manfaat protein untuk tubuh tidak hanya terbatas pada pembentukan otot. Protein membantu rasa kenyang, menjaga metabolisme, dan membuat pola makan lebih terkontrol.
Tidak perlu mencari sumber protein yang paling sempurna. Variasi, cara pengolahan yang sederhana, dan konsistensi jauh lebih penting. Dengan asupan protein yang cukup, tubuh akan bekerja lebih optimal dalam jangka panjang.
Sumber: 10 PROTEIN ALAMI TERPOPULAR
* Protein dari ikan dan seafood memang baik namun harus diperhatikan sumber atau dengan kata lain dari mana ikan tersebut berasal. Ikan dan seafood berisiko terdapat kandungan logam berat, mikroplastik, dan kesegaran daging bisa bermasalah kalau tidak disimpan dengan baik.
* Telur adalah sumber protein dan lemak yang murah dan sangat mudah diatur kadarnya, antara proporsi lemak dan protein. Apabila mengendaki lebih banyak protein, sisihkan kuning telur, dan gunakan lebih banyak putih telur.
Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2025, https://www.kubisnis.com/manfaat-protein-untuk-tubuh/ (diakses pada 14 Jul 2026).
Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.




