Perjalanan Best Ever Food Review Show bukanlah cerita sukses yang terjadi secara instan. Di balik jutaan subscriber dan miliaran penonton, ada proses panjang yang penuh kegagalan, keraguan, dan keputusan sulit. Artikel ini menceritakan bagaimana Sonny Side (William John Sonbuchner) membangun Best Ever Food Review Show dari nol, dimulai dari kondisi hidup yang berantakan hingga menjadi salah satu channel food travel paling berpengaruh di dunia.

Awal Kehidupan Sonny Side Sebelum Best Ever Food Review Show
Best Ever Food Review Show dikenal sebagai salah satu channel food travel YouTube terbesar di dunia saat ini. Namun, sebelum mencapai titik ini, kehidupan sang kreator, Sonny Side, jauh dari kata sukses. Ia pernah merasa hidupnya berantakan, tidak punya arah, kelelahan, dan tidak bahagia.
Pada masa itu, Sonny merasa kurang energi dan tidak puas dengan kehidupannya. Ia sadar bahwa ada sesuatu yang salah, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Hidup terasa berat dan berjalan tanpa tujuan yang jelas.
Kondisi Best Ever Food Review Show Saat Ini
Saat ini, Best Ever Food Review Show memiliki lebih dari 11 juta subscriber di YouTube. Channel ini telah mengunggah lebih dari 800 video dan mengumpulkan lebih dari 3 miliar views. Selain channel utama, ada juga channel kedua bernama More Best Ever Food Review Show dengan jutaan subscriber tambahan.
Jika digabung, total penonton dari kedua channel ini mendekati 4 miliar views. Angka ini terasa sangat tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kondisi awal Sonny Side yang penuh kegagalan dan ketidakpastian.
Latar Belakang Kehidupan dan Kegagalan Awal
Sonny Side tumbuh besar di Minnesota. Setelah lulus SMA, ia mencoba masuk beberapa perguruan tinggi, tetapi gagal semuanya. Tidak ada satu pun jalur pendidikan yang berhasil ia selesaikan. Setelah itu, ia mencoba bekerja di radio, namun karier tersebut juga berakhir dengan kegagalan.
Merasa tidak punya masa depan di Amerika, ia memutuskan pindah ke Korea Selatan pada usia 24 tahun. Keputusan ini mengubah hidupnya, meskipun tidak langsung membawa kesuksesan.
Kehidupan di Korea dan Pencarian Jati Diri
Selama tinggal di Korea, Sonny menjalani berbagai pekerjaan untuk bertahan hidup. Ia mengajar les privat, mengajar anak-anak TK, bahkan mengajar sains. Ia bercanda bahwa selama kita lebih pintar dari murid, kita bisa mengajar apa saja.
Di usia akhir 20-an, ia merasa baru benar-benar mengenal dirinya sendiri. Namun, pada saat yang sama, ini juga menjadi periode paling berat dalam hidupnya. Ia merasa kelelahan, dibayar rendah, dan hidup tanpa kepastian.
Ia menyebut masa ini sebagai titik terendah dalam hidupnya.
Awal Sonny Side Masuk Dunia YouTube
Channel YouTube miliknya sebenarnya sudah ada sejak tahun 2010. Namun, pada awalnya, konten yang ia buat sama sekali tidak berhubungan dengan makanan. Ia membuat video hip-hop, komedi, dan berbagai eksperimen kreatif lainnya.
Salah satu videonya bahkan sempat viral dan ditonton jutaan kali. Ini penting karena ketika ia akhirnya mulai membuat konten makanan, ia sudah memiliki sedikit basis penonton, meskipun mereka belum tentu tertarik dengan food review.
Lahirnya Best Ever Food Review Show
Perjalanan Best Ever Food Review Show secara resmi dimulai pada 14 Desember 2015. Video makanan pertama yang ia unggah hanya ditonton ratusan orang. Meskipun ia sudah punya sedikit subscriber, sebagian besar penonton belum memahami arah channel ini.
Pada awalnya, Sonny merekam makanan barat atau junk food di Korea. Namun, hampir tidak ada yang tertarik. Jumlah penonton sangat kecil, dan ia menyadari bahwa topik ini tidak memiliki audiens yang besar.
Mencari Identitas Channel Food Travel
Di fase awal, Best Ever Food Review Show belum memiliki identitas yang jelas. Sonny hanya merekam makanan yang ia sukai dan mencoba memasukkan unsur komedi. Namun, hasilnya tidak memuaskan.
Akhirnya, ia menyadari bahwa channel ini membutuhkan arah yang lebih jelas. Ia pun memutuskan untuk mengubah konsep dan mencari sesuatu yang benar-benar unik.
Pivot ke Konten Makanan Unik dan Bizarre Foods
Sonny terinspirasi dari acara Bizarre Foods dan ingin membuat versi YouTube-nya. Ia mulai mencari makanan aneh, ekstrem, dan tidak biasa di berbagai negara Asia.
Keputusan ini menjadi titik balik besar dalam perjalanan Best Ever Food Review Show. Ia sadar bahwa makanan unik sudah memiliki cerita bawaan. Orang otomatis penasaran dan bertanya, “Kenapa orang makan ini?”
Video makanan aneh pertamanya dibuat di Filipina dan langsung terasa berbeda dari konten sebelumnya.
Kurang Percaya Diri dan Perjuangan Mental
Pada masa awal, Sonny tidak percaya diri sebagai host. Ia sering mewawancarai orang di jalan karena merasa dirinya belum cukup menarik untuk mengisi video sendirian.
Penampilannya jauh dari profesional. Bajunya tidak rapi, rambut berminyak, dan gaya hidupnya masih buruk. Ia juga berjuang melawan pikiran negatif yang terus muncul di kepalanya.
Namun, meskipun suara negatif itu kuat, ia tetap melanjutkan.
Keputusan Pindah ke Vietnam dan Titik Balik Channel
Keputusan paling penting dalam hidup Sonny adalah pindah ke Vietnam. Ia menemukan tiket murah dan memutuskan berangkat tanpa tahu apa yang akan terjadi.
Di Vietnam, ia bertemu Andrew, yang kemudian menjadi partner penting. Ia mendapatkan kesepakatan sederhana: digaji kecil, disediakan tempat tinggal dan kameramen, dengan kewajiban membuat satu video per minggu untuk perusahaan dan satu video untuk channel pribadinya.
Di titik inilah Sonny benar-benar all-in pada Best Ever Food Review Show.
Video Viral dan Pertumbuhan Best Ever Food Review Show
Salah satu video terobosan terbesar adalah video tentang Jollibee di Filipina. Video ini sangat disukai penonton lokal dan menjadi viral, terutama di Facebook.
Dari sini, Sonny belajar pelajaran penting. Ketika ia benar-benar menyukai budaya dan makanan suatu negara, penonton bisa merasakannya. Kejujuran terasa lebih kuat daripada sekadar strategi.
Ia juga mulai memahami pentingnya branding, termasuk keputusan sederhana seperti memakai bandana yang kemudian menjadi ciri khasnya.
Fokus pada Kualitas, Bukan Uang
Selama bertahun-tahun, Sonny tidak fokus pada uang. Ia bahkan tidak langsung mengaktifkan monetisasi di YouTube. Fokus utamanya adalah membuat video sebaik mungkin.
Ia percaya bahwa perhatian penonton dan keuntungan finansial akan datang dengan sendirinya jika kualitas konten dijaga.
Membangun Tim Best Ever Food Review Show
Seiring pertumbuhan channel, Sonny mulai membangun tim. Editor, produser, dan kameramen mulai bergabung. Kualitas produksi meningkat secara signifikan.
Perjalanan ke berbagai negara seperti China, India, Afrika, dan Timur Tengah memperkaya cerita. Best Ever Food Review Show tidak lagi sekadar channel makanan, tetapi juga channel budaya dan perjalanan.
Gagal Masuk TV, Tapi Justru Bersyukur
Sonny sempat mendapatkan kesempatan membuat pilot untuk acara TV. Meskipun pilot tersebut tidak pernah diambil, pengalaman ini justru membuka matanya.
Ia belajar bagaimana tim TV profesional bekerja. Ia menyerap ilmu tersebut dan bertekad menerapkannya di channel YouTube-nya. Setahun kemudian, kualitas produksi timnya meningkat drastis.
Masa Pandemi dan Ujian Terbesar Channel
Pandemi COVID menjadi ujian besar bagi Best Ever Food Review Show. Perjalanan terhenti, negara-negara menutup perbatasan, dan banyak kreator berhenti berkarya.
Namun, Sonny dan tim memilih bertahan. Mereka terus membuat konten di Vietnam dan memanfaatkan kondisi sebaik mungkin. Ironisnya, channel justru tumbuh pesat di masa ini.
Ketika situasi semakin sulit, Sonny mengambil keputusan berat untuk pindah ke Amerika Serikat demi menyelamatkan channel.
Burnout dan Belajar Membuat Channel Berkelanjutan
Kesuksesan juga membawa tantangan baru, yaitu burnout. Dalam satu tahun, timnya sempat mengunggah sekitar 150 video. Ini membuat Sonny kelelahan secara fisik dan mental.
Akhirnya, ia memutuskan untuk mengurangi frekuensi upload. Dari dua video per minggu menjadi satu. Keputusan ini diambil demi kesehatan jangka panjang.
Visi Masa Depan Best Ever Food Review Show
Tujuan Sonny ke depan bukan lagi membuat sebanyak mungkin video, tetapi membuat video terbaik dengan cara yang sehat dan berkelanjutan.
Ia ingin membangun lingkungan kerja yang memungkinkan tim berkembang, belajar, dan bertahan dalam jangka panjang. Baginya, kesuksesan sejati adalah ketika orang-orang di sekitarnya tumbuh menjadi lebih hebat darinya.
Pelajaran dari Perjalanan Best Ever Food Review Show
Perjalanan Best Ever Food Review Show menunjukkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dibutuhkan kegagalan, kesabaran, keberanian, dan konsistensi.
Dari hidup yang terasa tidak berarti, Sonny Side berhasil membangun channel food travel yang berdampak bagi jutaan orang di seluruh dunia.
Sumber: From Fat and Broke to Youtube Millionaire!!
Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2025, https://www.kubisnis.com/perjalanan-best-ever-food-review-show-dari-nol/ (diakses pada 19 Jul 2026).
Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.




