Panduan Menulis Rencana Bisnis (Business Plan)


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Panduan Menulis Rencana Bisnis (Business Plan) (untuk menghemat pemakaian data).

Menulis rencana bisnis sangat melelahkan dan membutuhkan fokus sumber daya yang tinggi. Alokasi waktu, tenaga, pikiran, dan kreativitas menjadi sangat penting dalam membuat rencana bisnis yang menarik bagi investor. Berikut ini adalah panduan menulis rencana bisnis (business plan) versi KuBisnis.

Umumnya, rencana bisnis standar memiliki format sebagai berikut:

  1. Executive Summary (Maksimal 2 lembar, selalu pertama)
  2. Company Profile
  3. Business Model
  4. Marketing Plan
  5. Operation Plan
  6. Financial Plan
  7. Prototype
  8. Appendix

Maksimal halaman total adalah 30 lembar (minus lampiran), susunan menyesuaikan selera.

gambar-inspirasi-3

Menulis rencana bisnis | Photo by StartupStockPhotos is not licensed (Public Domain)

Penulisan rencana bisnis sebaiknya dibuat sependek mungkin namun tidak mengurangi detailnya, tidak ada format baku dalam rencana bisnis karena tiap investor memiliki preferensinya sendiri. Investor yang memiliki latar belakang akademik tinggi atau akademisi akan cenderung lebih formal, preferensi itu juga bergantung pada institusi yang diwakili oleh investor tersebut. Penggunaan gambar, grafik, dan font juga memiliki prinsip yang sama “Know your enemy and yourself and in a hundred battles you will never be in peril.

I. Ringkasan Eksekutif (Executive Summary)
Umumnya ringkasan ini maksimal 2 lembar, bahkan banyak yang membuat hanya 1 lembar. Bisa diibaratkan ringkasan eksekutif ini seperti elevator pitch. Investor memiliki waktu terbatas untuk membaca proposal, sehingga ringkasan ini harus mencakup seluruh proposal dengan penekanan pada bagian-bagian yang anda anggap paling tepat untuk meyakinkan mereka. Penggunaan grafik, gambar, skema dapat dibenarkan apabila memang tidak dapat dijelaskan dengan baik oleh kata-kata. Ingat bahwa gambar akan mengambil space yang besar.

II. Profil Perusahaan (Company Profile)
Bagian ini mencakup sejarah singkat perusahaan, juga visi, misi, dan value perusahaan. Intinya adalah untuk membuat perusahaan anda dinilai baik dan bisa dipercaya oleh investor. Untuk membuat visi dan misi terdapat banyak definisi, penulis lebih suka menggunakan:

Visi, merupakan pandangan masa depan dari suatu organisasi, keadaan lingkungan yang diimpikan, dan menentukan arah organisasi.
Contoh:
Feeding America – A hunger-free America.
KuBisnis – Indonesia yang ramai dengan pengusaha baru.

Misi, untuk menjawab kenapa organisasi itu ada di dunia.
Contoh:
Microsoft – At Microsoft, we work to help people and businesses throughout the world realize their full potential.
KuBisnis – KuBisnis ingin agar semua orang dapat memiliki pengetahuan bisnis dan melakukan promosi dengan nyaman.

Sertakan juga:

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

  • Struktur hukum, kepemilikan perusahaan, dan informasi kontak.
  • Tujuan utama.
  • Tim manajemen juga boleh dimasukkan ke sini (kompetensi, pengalaman, dan informasi yang mendukung nilai jual perusahaan anda).

III. Model Bisnis (Business Model)
Bagian ini memaparkan model bisnis anda. Anda dapat menggunakan berbagai framework yang ada untuk pemodelan ini, seperti:

  • Business Canvas Model
  • Patrick Staehler
  • Buatan sendiri
business-model-canvas

Business model canvas | Photo by Strategyzer is licensed under CC-BY-SA-3.0

Ingat bahwa framework ini hanya membantu anda menceritakan:

  • Value Proposition
  • Value Architecture
  • Revenue Model
  • Culture / Values

Setelah bagian ini anda harus berhati-hati agar tidak menduplikasi penjelasan yang sudah ada pada model bisnis, jangan mengulangi penjelasan agar tidak memakan space halaman.

IV. Rencana Marketing (Marketing Plan)
Merupakan analisis pasar, pemaparan STP (Segmenting, Targetting, Positioning), dan 4P (Product, Price, Promotion, Place), dan bagaimana anda dapat mengakuisisi pasar anda.

V. Rencana Operasi (Operation Plan)
Ketika menulis rencana bisnis, bagian rencana operasi menggambarkan kebutuhan fisik dari operasi bisnis anda, seperti lokasi fisik, fasilitas, dan peralatan. Untuk mempermudah anda sebaiknya bagi kedalam dua langkah, yaitu (1) Stage of development, dan (2) Production process. Sebenarnya prototipe bisa dijelaskan disini karena terkait dengan operasi, atau dijelaskan pada bab yang lain juga bisa (tergantung preferensi anda).

VI. Rencana Keuangan (Financial Plan)
Bagian ini seringkali adalah pusat perhatian pada beberapa investor, inti dari bagian ini sebenarnya hanyalah ramalan laporan laba-rugi selama 5 tahun (minimal) yang menghasilkan net income atau free cash flow untuk di present value-kan dengan discount rate yang diinginkan oleh investor. Hasil akhir dari bagian ini adalah NPV dan IRR, bisa ditambah dengan ROA, ROE, ROI.

Catatan (dalam konteks paragraf di atas):

  • Present Value: Nilai arus kas masa depan yang di bawa ke masa sekarang.
  • Discount Rate: Tingkat pengembalian investasi dari investor, harus lebih tinggi dari yield obligasi. Kalau tidak investor tidak akan tertarik dan memilih membeli obligasi atau menyimpan di deposito bank yang minim risiko.
  • Net Present Value (NPV): Tingkat pengembalian bisnis anda dalam rupiah.
  • Internal Rate of Return (IRR): Tingkat pengembalian bisnis anda dalam persen.
  • ROA: Return on Assets
  • ROI: Return on Investment
  • ROE: Return on Equity

Rule of thumb : bila NPV positif dan IRR > Discount Rate, maka bisnis anda feasible.

VII. Prototipe (Prototype)
Jelaskan prototipe produk/software/sistem yang anda kembangkan di bagian ini (apabila belum dijelaskan di bagian operasi). Ingat bahwa investor mungkin bukan orang teknikal, sehingga jelaskan dengan gaya yang mudah dimengerti. Investor mungkin tidak peduli dengan teknologi apa yang anda gunakan dan bagaimana anda membuat kode pemrograman yang canggih, yang penting bagi mereka apakah prototipe bekerja dengan baik? Sudah diuji? Reliable? User Friendly? Unik? Disukai pasar?

Lampiran (Appendix)
Data, hasil analisis, proyeksi laporan keuangan, dan hal lain yang tidak dapat disertakan pada inti rencana bisnis. Lampirkan yang benar-benar berguna saja.

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2015, "Panduan Menulis Rencana Bisnis (Business Plan)," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/panduan-menulis-rencana-bisnis-business-plan/ (diakses pada 25 May 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.