Panduan Singkat Membangun Website Berkualitas


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Panduan Singkat Membangun Website Berkualitas (untuk menghemat pemakaian data).

Artikel ini akan memandu anda untuk membuat website (situs web) yang berkualitas. Dalam artikel ini penulis akan memberikan gambaran umum dan bukan cara detail untuk membuat website, seperti instalasi dan setup, karena hal tersebut sangat mudah dengan menggunakan Fantastico dalam Cpanel. Membangun website yang berkualitas bisa diibaratkan seperti memiliki kebun bunga, menanamnya mudah, tetapi merawatnya akan sangat sulit sampai nanti berbunga. Hal inilah yang tidak disadari oleh para pebisnis online.

Berikut ini adalah panduan singkat membangun website berkualitas:

1. Tentukan Konteks Website Anda
Konteks di sini maksudnya adalah hal yang sesuai dengan karakteristik bisnis seseorang. Apabila bisnisnya bergerak dalam e-commerce atau jual beli, ia dapat menggunakan Content Management System (CMS) khusus yang mendukung keranjang belanja, seperti WooCommerce, Magento, PrestaShop, dll.

statistik-ecommerce-cms

Sumber gambar: CMSWire

Apabila seseorang ingin websitenya untuk memberikan informasi, sebagai blog, atau untuk tujuan yang tidak spesifik, ia dapat menggunakan CMS seperti WordPress, Drupal, Joomla, dll.

statistik-global-cms

Sumber gambar: SiteProNews

Apabila anda bingung memilih CMS yang mana, gunakan saja yang paling populer.

2. Buat Konten Awal Website Anda
Dalam membuat konten website, seseorang sebaiknya menentukan karakter dari websitenya. Web perusahaan biasanya akan lebih terkesan formal dan profesional, sedangkan website pribadi akan lebih santai dan friendly. Yang paling penting kita harus menyuntikkan DNA (sifat) kita (atau pemilik usaha) dalam website tersebut. Jangan sampai website yang anda buat tidak mencerminkan karakter kepribadian anda.

situs-dalam-pengerjaan

Sumber gambar: WordPress

Tidak perlu perfeksionis dalam membuat konten, buat konten dasar seperti home page dan navigasi terlebih dahulu sebagai kerangka, dan selesaikan sambil jalan. Seseorang bisa mengatur situs sedang dalam fase “Under Construction” sehingga crawler mesin pencari belum akan mengindeks situsnya. Ceritakan perjalanan bisnis dan jelaskan siapa kita sehingga pengunjung akan tahu tujuan dari website tersebut. Berikan informasi sebaik mungkin mengenai website sebelum anda mencoba menjual atau menggunakan website untuk tujuan komersial.

3. Beritahu Google Tentang Website Anda
Ketika website seseorang sudah siap untuk digunakan, ia sebaiknya mendaftar pada Google Webmaster Tools (GWT) dan Google Analytics (GA). GWT memiliki banyak fungsi, antara lain mengunggah sitemap, menyuruh crawler untuk mengunjungi situsnya, memberi laporan kesehatan situsnya, dll. Kemudian GA berfungsi untuk melacak berapa banyak kunjungan pada situs tersebut.

google-webmaster-tools

Sumber gambar: GWT

google-analytics

Sumber gambar: GA

4. Fokus Pada Konten dan Bukan SEO
Banyak webmaster yang berfokus mengakali situsnya agar tampil pada peringkat teratas Google, jangan lakukan hal ini. Apabila seseorang memiliki konten yang baik, lambat laun nanti websitenya akan memiliki rangking yang baik dengan sendirinya. Apabila kita ingin mengoptimasi SEO, cukup dengan mengatur site title, meta description, dan sitemap, karena CMS populer seperti WordPress sudah memiliki kode program yang baik.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

marie-forleo

Sumber gambar: MarieForleo

Apabila website seseorang memiliki judul dan deskripsi meta yang baik (yang sesuai) dengan konten websitenya dan ia sudah mengunggah peta situs ke GWT, maka situs tersebut sudah baik. Memang banyak hal yang bisa dioptimasi lagi untuk membuat situsnya lebih bersih dan cepat diakses, namun hal itu tidak lebih penting daripada konten situsnya. Pastikan situs web cepat diakses dengan memperkecil file gambar dan mengurangi media yang tidak penting (video, flash, pop-up, dll).

5. Selalu Update, Rawat, dan Pasarkan Website Anda
Setelah selesai fase penciptaan, masuklah pada fase pertumbuhan. Seseorang semestinya merawat websitenya seperti merawat kebun sendiri (jangan diterlantarkan). Update artikel, pos, katalog, atau apapun konten website secukupnya. Tidak perlu terlalu sering, tetapi cukup untuk membuat pengunjung datang ke situsnya. Pasarkan situs anda dengan menggunakan media sosial, adwords, ataupun media konvensional lainnya. Ingat bahwa anda tidak perlu terlalu masif dalam pemasaran karena website adalah sesuatu yang sebaiknya tumbuh dan mekar dengan sendirinya, perhatikan kasus berniaga dan tokobagus yang gagal.

taman-bunga

Taman bunga | Photo by DeltaWorks is not licensed (Public Domain)

Ingat bahwa website yang baik adalah website yang dapat memberikan nilai manfaat terbesar bagi penggunanya, ini mungkin proses yang panjang, tetapi pada akhirnya akan memberikan hasil yang indah.

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2015, "Panduan Singkat Membangun Website Berkualitas," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/panduan-singkat-membangun-website-berkualitas/ (diakses pada 10 Dec 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.