Segmentasi Pasar dalam Strategi Pemasaran


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Segmentasi Pasar dalam Strategi Pemasaran (untuk menghemat pemakaian data).

Dalam strategi pemasaran, seorang pemasar (marketer) harus dapat melakukan tiga hal, yaitu segmentasi pasar (segmentation), membidik pasar (targeting), dan memposisikan produk pada pasar (positioning). Artikel ini akan membahas apa itu segmentasi pasar dalam strategi pemasaran, jenis-jenis segmentasi pasar, dan bagaimana cara melakukan segmentasi pasar dengan baik.

Apa Itu Segmentasi Pasar (Segmentation)?

Segmentasi adalah membagi konsumen/pasar ke dalam kelompok-kelompok (segmen) yang seragam. Seorang pemasar harus melakukan segmentasi pada fase strategi, karena segmentasi akan membantu mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien. Telah kita bahas sebelumnya dalam artikel niche market, bahwa kita tidak dapat membuat produk yang disukai oleh semua kalangan. Artinya, segmentasi akan membantu kita untuk fokus hanya pada kelompok konsumen yang relevan, dan menghindari menghabiskan waktu dan tenaga pada kelompok konsumen yang tidak relevan.

segmentasi-pasar

Segmentasi pasar | Photo by SURENDAR KUMAR B is licensed under CC-BY-SA-4.0

Jenis-Jenis Segmentasi Pasar

1. Segmentasi Pasar Berdasarkan Geografi
Pemasar dapat melakukan segmentasi pasar berdasarkan kriteria geografi, seperti: negara, pulau, provinsi, kabupaten, kota, atau kode pos. Segmentasi ini dapat digunakan untuk membidik produk yang hanya cocok di wilayah geografi tertentu seperti traktor, peralatan menyelam, dll. Segmentasi ini juga penting dalam menentukan lingkup area bisnis kita, apakah lokal atau nasional. Kemudian, hal ini akan mempengaruhi saluran iklan yang akan digunakan. Misalnya, kita memilih fokus pada kota tertentu, berarti saluran iklan nantinya tidak perlu skala nasional, tetapi cukup pada skala kota, seperti: spanduk, radio lokal, televisi lokal, dll.

2. Segmentasi Pasar Berdasarkan Demografi
Segmentasi pasar ini menggunakan kriteria demografi, antara lain: tingkat penghasilan, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dll. Segmentasi ini cocok digunakan untuk produk tertentu yang memberikan nilai pada karakteristik yang spesifik. Misalnya, apabila kita ingin menjual kosmetik, maka kita akan menggunakan segmentasi tingkat penghasilan, umur, dan jenis kelamin. Kita dapat melanjutkan segmentasi dengan kriteria jenis pekerjaan apabila memang produk kita sangat spesifik untuk pekerjaan tertentu, seperti kosmetik ibu rumah tangga, atau kosmetik wanita karir.

iklan-kreatif

Iklan kreatif | Photo by Morio is licensed under CC-BY-SA-3.0

3. Segmentasi Pasar Berdasarkan Perilaku (Behavior)
Segmentasi perilaku membagi konsumen ke dalam kelompok menurut pengetahuan, tingkat penggunaan (berapa banyak, berapa sering), sikap terhadap produk, sensitivitas harga, kebiasaan, atau hobi. Banyak pemasar beranggapan bahwa segmentasi pasar ini adalah titik awal terbaik untuk membuat segmen pasar [1] Misalnya seseorang adalah seorang pemasar penyedia internet (ISP), ia dapat melakukan segmentasi berdasarkan tingkat penggunaan internet, apakah kelas berat, kelas menengah, atau kelas bulu, sehingga ia bisa fokus pada segmen yang paling relevan dengan produk internetnya.

4. Segmentasi Pasar Berdasarkan Psikografik (Psychographic)
Segmentasi ini sering disebut dengan segmentasi gaya hidup (lifestyle) yang membagi konsumen berdasarkan cara berpikir, termasuk gengsi. Psikografik sangat penting untuk segmentasi, karena psikografik mengidentifikasi aktivitas dan membidik gaya hidup dari subjek, atau image yang ingin dicoba diciptakan. Media massa mempunyai pengaruh yang paling mendominasi dan paling mempengaruhi segmentasi psikografik. Produk gaya hidup berhubungan dengan produk yang memiliki keterlibatan yang tinggi, produk khusus, dan produk mewah.

iklan-kreatif-2

Iklan kreatif | Photo by Adaś is licensed under CC-BY-SA-3.0

Dengan segmentasi pasar, pemasar akan lebih mudah dalam mendapatkan gambaran tentang kelompok yang cocok dengan produk sang pemasar. Dalam segmentasi pasar kita membahas bagaimana cara mengelompokkan konsumen, selanjutnya dalam targeting kita akan membahas bagaimana cara mengerucutkan audiens (konsumen) dan memilih kelompok yang paling tepat.

Referensi

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2015, "Segmentasi Pasar dalam Strategi Pemasaran," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/segmentasi-pasar-dalam-strategi-pemasaran/ (diakses pada 25 May 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.