Cara agar Sukses dalam Negosiasi


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Cara agar Sukses dalam Negosiasi (untuk menghemat pemakaian data).

Negosiasi adalah diskusi yang bertujuan untuk memperoleh suatu kesepakatan. Dalam dunia bisnis, negosiasi sangat umum dilakukan dalam berbagai perjanjian jual beli dan kontrak pekerjaan. Oleh karena itu, seseorang entrepreneur sebaiknya mengetahui bagaimana cara agar sukses dalam bernegosiasi. Artikel ini ditulis berdasarkan buku pengusaha sekaligus Presiden Amerika, Donald Trump yang berjudul “The Art of the Deal.” Buku ini memberikan serangkaian informasi bagaimana perjalanan karir Donald yang penuh dengan negosiasi untuk dapat mencapai kesuksesan.

Daftar isi

Artikel ini membahas elemen-elemen agar sukses bernegosiasi, yaitu: (1) Berpikir besar; (2) Antisipasi kemungkinan terburuk; (3) Maksimalkan pilihan lain; (4) Pahami pasar; (5) Gunakan posisi tawar; (6) Sebarkan informasi (publikasi); dan (7) Berikan hasil yang baik; dan (8) Lakukan dengan gembira.

Berpikir Besar

Sebelum melakukan negosiasi, seorang wirausahawan sebaiknya berpikir positif. Ia dianjurkan untuk berpikir bahwa ia akan mendapatkan kesepakatan yang memberikan keuntungan besar. Memang hal ini terdengar sepele, tetapi orang-orang umumnya berpikir kecil. Mereka takut sukses, takut membuat keputusan, dan takut menang. Ketika seseorang datang pada negosiasi dengan pikiran “besar”, maka hal ini akan terlihat pada sikap dan pembawaannya yang antusias, percaya diri, dan bersemangat.

Trump mengungkapkan kunci dari berpikir besar adalah fokus total. Orang-orang seperti ini adalah orang memiliki motivasi tinggi, obsesif, dan teguh. Hal ini terefleksikan pada pekerjaan mereka.

Antisipasi Kemungkinan Terburuk

Seorang pengusaha yang akan bernegosiasi semestinya siap dengan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Ketika ia siap dengan kemungkinan terburuk, maka kemungkinan yang lain akan menjadi baik, dan biasanya yang terbaiklah yang akan terjadi.

Siap dalam hal ini bukan berarti siap secara psikologis saja, tetapi lebih kepada aksi yang sudah kita lakukan sebelumnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Sebagai contoh misalnya seseorang ingin menjual mobil. Ia sebaiknya memperbaiki, membersihkan, mencuci, dan memoles mobilnya. Ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan terburuk dan negosiasi dapat berjalan dengan lancar.

Maksimalkan Pilihan Lain

Suatu kesepakatan yang belum final tidaklah berarti dalam bisnis, oleh karena itu seorang entrepreneur hendaknya tidak menaruh harapan berlebihan terhadap satu kandidat saja. Meskipun kandidat itu terlihat sangat menjanjikan, namun kesepakatan belum terjadi.

Senada dengan antisipasi kemungkinan terburuk, dalam bisnis kita hendaknya memaksimalkan pilihan-pilihan yang lain. Janganlah menaruh telur dalam satu keranjang, taruhlah harapan pada keranjang-keranjang yang berbeda. Ini diperlukan untuk melindungi diri kita, sehingga kita tetap aman dalam berbisnis.

Pahami Pasar

Seorang wirausahawan semestinya sudah tahu pasar di mana ia berbisnis. Ia hendaknya memeriksa sendiri kondisi pasar dan bukan menggunakan jasa survey-survey eksternal. Kadang, karyawan internal perusahaan juga tidak memiliki intuisi seperti dirinya. Ada baiknya ia sendiri yang terjun langsung di lapangan apabila diperlukan.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

Ketika pebisnis mengetahui kondisi pasar sebenarnya, ia sulit ditipu sehingga dapat membuat kesepakatan dengan harga yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

ilustrasi-negosiasi

Ilustrasi negosiasi | Gambar oleh Nguyen Hung Vu (flickr) adalah berlisensi CC-BY-2.0

Gunakan Posisi Tawar

Seorang pengusaha seharusnya terlihat kuat dalam bernegosiasi. Seseorang yang terlihat putus asa dalam membuat kesepakatan akan sangat mudah untuk dirugikan ketika bernegosiasi. Meskipun ia memang dalam kondisi yang sulit, ia hendaknya tetap terlihat kuat dan penuh percaya diri.

Ketika seseorang sudah memiliki reputasi, ia akan mendapatkan posisi tawar yang baik. Gunakan hal ini mesti kondisi realita di lapangan tidak selalu baik. Tugasnya adalah memastikan semua berjalan baik setelah kesepakatan terjadi.

Sebarkan Informasi (Publikasi)

Seorang wirausahawan dapat memiliki produk terbaik di dunia, tetapi hal ini tidak berarti apabila orang-orang tidak tahu produk tersebut. Ingat bahwa nilai suatu produk juga dipengaruhi oleh persepsi penggunanya. Meskipun produk tersebut tidak terlalu spesial, namun apabila orang-orang telah mengasosiasikan produk tersebut dengan hal-hal yang baik, maka produk itu juga menjadi mahal.

Berikan Hasil yang Baik

Mungkin negosiator dapat lolos dengan satu atau dua kesepakatan yang merugikan pihak lawan (menipu). Namun hal ini tidak akan berlangsung lama dalam dunia bisnis. Reputasi yang buruk akan membuat negosiasi selanjutnya tidak semulus yang sebelum-sebelumnya.

Apabila bisnis anda ingin berlanjut (en: sustainable), maka bangunlah reputasi dengan memberikan hasil atau produk yang baik. Anda sebaiknya memiliki standar kualitas hasil yang hendak anda berikan. Reputasi baik akan membuat negosiasi-negosiasi selanjutnya berjalan dengan mulus.

Lakukan dengan Gembira

Seorang pebisnis sebaiknya melakukan proses negosiasi dengan gembira. Trump mengatakan bahwa hidup ini rapuh, dan kesuksesan akan membuatnya bertambah rapuh. Kita akan lebih baik apabila tidak memikirkan hal-hal yang sudah berlalu, kesepakatan yang gagal, pengalaman buruk, penolakan, dll. Jalanilah hari esok dengan gembira.

Referensi
  1. Trump, D.J., & Tony, S., 2009, “2 TRUMP CARDS: The Elements of the Deal,” Trump: The art of the deal, Ballantine Books.

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2017, "Cara agar Sukses dalam Negosiasi," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/cara-sukses-bernegosiasi/ (diakses pada 24 Sep 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.