KuBisnis Exit Reader Mode

Dana Darurat | Lindung Nilai | Investasi

About | Indeks Artikel | Hot Project | Peta Situs
Laman ini adalah tampilan mode baca. Klik di sini untuk keluar dari mode baca: Dana Darurat | Lindung Nilai | Investasi

Dalam mengelola keuangan rumah-tangga, kita seringkali dianjurkan untuk menabung untuk berbagai keperluan. Akan tetapi yang dimaksud dengan tabungan itu seringkali berbeda antara satu orang dengan yang lain. Memang dalam kasus ini definisi “tabungan” itu ambigu sehingga untuk bisa mengelola kekayaan dengan sebaik-baiknya, anda sebaiknya mengerti tentang perbedaan antara dana darurat, lindung nilai, dan investasi, yang seringkali dicampur-aduk menjadi satu istilah yaitu “menabung.”

Untuk mencapai kemakmuran yang sesungguhnya, anda perlu ingat bahwa anda harus mengumpulkan arus kas atau arus pendapatan yang tinggi secara berkelanjutan. Hal ini hanya dapat dicapai apabila anda memiliki aset-aset yang terus menghasilkan arus kas untuk anda. Setidaknya ada tiga fase dalam kehidupan manusia dalam perjalanannya menuju kemakmuran, yaitu: (1) Fase mandiri, (2) Fase membangun kekayaan, dan (3) Fase melindungi kekayaan.

Oleh Nawalescape | Pixabay

Fase Mandiri

Pada fase ini, kita baru saja terjun ke dunia nyata untuk mencari uang. Penghasilan yang didapat masih terlalu kecil untuk bisa membeli aset (bisnis) sehingga tidak tepat rasanya untuk memikirkan lindung nilai atau investasi. Pikirkan dahulu bagaimana cara memenuhi kebutuhan sembari menabung dalam bentuk dana darurat. Dana darurat dibutuhkan apabila sewaktu-waktu anda tidak bisa bekerja misalnya karena rawat inap di rumah sakit, anda bisa lekas melunasi biaya rumah sakit anda tanpa perlu berhutang. Anda juga tidak perlu khawatir akan penghasilan yang hilang selama anda sakit. Kemudian, dana darurat juga berguna apabila sewaktu-waktu anda kehilangan pekerjaan, anda tetap dapat membayar semua pengeluaran rumah tangga selama anda menganggur.

Dana darurat di sini sudah semestinya berwujud uang tunai yang ditabung di bank-bank pilihan anda. Besarnya dana darurat idealnya adalah enam bulan gaji anda. Pada fase ini “goal” anda adalah terus meningkatkan kualitas diri untuk bisa mendapatkan penghasilan yang tinggi. Baca juga tulisan saya mengenai “high-income skill” Nah apabila anda sudah mulai nyaman dengan kondisi keuangan anda, berarti anda sudah siap pada fase selanjutnya, yaitu membangun kekayaan.

Fase Membangun Kekayaan

Pada fase ini anda akan mulai mengumpulkan aset yang dapat digunakan untuk menambah arus pendapatan anda. Ingat bahwa tidak semua aset dalam akuntansi merupakan aset dalam pembangunan kekayaan. Aset yang saya maksud adalah aset yang dapat digunakan untuk menambah arus kas. Rumah atau mobil bukan aset apabila tidak digunakan untuk menambah arus kas, misalnya dengan cara disewakan atau digunakan untuk operasional usaha. Fase ini adalah fase di mana anda melakukan investasi.

Investasi tentu saja bermain dengan risiko (risk) vs tingkat pengembalian (return). Ingat bahwa investasi terbaik adalah berinvestasi pada bisnis anda sendiri. Namun demikian, apabila anda tidak suka berbisnis, anda masih dapat investasi pada bisnis orang lain dalam bentuk saham, menjadi sekutu pasif, menjadi venture capitalist, dll. Ada berbagai instrumen investasi yang menarik dalam bentuk reksa dana yang dapat disesuaikan dengan profil risiko anda. Nah, apabila anda sudah melakukan semuanya dengan benar dan keberuntungan berpihak pada anda, maka pada akhir fase ini anda sudah menjadi kaya. Ketika anda sudah kaya, anda mungkin sudah lelah untuk melakukan investasi dengan segala risiko yang harus anda tanggung. Oleh karena itu, selanjutnya mari kita membahas cara melindungi kekayaan anda.

Fase Melindungi Kekayaan

Musuh terbesar dari lindung nilai atau disebut hedging adalah inflasi. Inflasi ini menyebabkan uang yang disimpan akan terus menerus kehilangan nilainya meskipun bank memberikan bunga untuk “menyeimbangkan” hal ini. Maka dari itu, gunakan instrumen keuangan yang tidak berubah nilainya seperti misalnya emas, dapat berupa koin, emas batangan, tabungan emas, dll. Akan tetapi jangan yang sudah berbentuk perhiasan karena lebih sulit dijual dan nilainya terlalu bervariasi. Selain itu anda juga dapat membeli tanah kosong yang belum ada bangunannya, karena pajaknya lebih murah dan tidak terkena depresiasi bangunan. Pada intinya, gunakan komoditas yang suplai-nya tetap dan tidak banyak memerlukan biaya dalam hal penyimpanan. Gunakan juga konsep diversifikasi dalam portofolio sehingga anda sebaiknya mengubungi manajer keuangan/kekayaan anda untuk membuatkan portofolio yang efisien.

Pada fase ini, anda juga sebaiknya sudah mulai memikirkan bagaimana cara yang paling ampuh untuk mewariskan kekayaan anda. Melindungi kekayaan juga berarti melindungi keutuhan keluarga anda. Jangan sampai hanya karena masalah warisan, keutuhan keluarga anda menjadi korban. Hubungi manajer keuangan/kekayaan yang anda percaya untuk bersama-sama merumuskan surat wasiat yang tepat.

Akhir kata, tulisan saya diharapkan dapat memberikan informasi yang tepat mengenai “tabungan.” Sehingga ketika ada yang menyarankan pada anda untuk menabung, anda sudah tahu apa yang sebaiknya anda lakukan dalam setiap fase kehidupan finansial anda.

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2019, "Dana Darurat | Lindung Nilai | Investasi," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/dana-darurat-lindung-nilai-investasi/ (diakses pada 21 Sep 2019).

Artikel Terkait:

Indeks Artikel

· © 2019 KuBisnis · Semua konten tulisan, gambar, dan video pada situs ini adalah hak cipta KuBisnis, kecuali dinyatakan khusus secara tertulis ·