Kami mendeteksi Anda menggunakan program ad-blocker. Situs ini menggunakan advertisement agar Anda dapat menggunakan situs ini dengan gratis. Mohon tambahkan www.kubisnis.com ke dalam whitelist ad-blocker Anda, atau bantu kami dengan donasi di bagian bawah situs ini. Trims :)

Ramalan yang terpenuhi sendiri | Self-fulfilling prophecy

Laman ini adalah tampilan standar. Akses mode baca di: Ramalan yang terpenuhi sendiri | Self-fulfilling prophecy

Dalam dunia usaha, anda pasti sudah pernah mendengar kalimat “kalau anda yakin bisa, pasti bisa!” Hal ini dalam psikologi disebut sebagai ramalan yang terpenuhi sendiri atau self-fulfilling prophecy. Ramalan yang terpenuhi sendiri adalah fenomena sosial psikologis dari seseorang yang meramalkan sesuatu dan kemudian ramalan tersebut menjadi kenyataan hanya karena ia memercayai hal tersebut, sehingga perilakunya akan mendukung untuk memenuhi kepercayaannya itu.[1] Anda sebaiknya mengetahui bagaimana fenomena ini dapat terjadi sehingga anda dapat menggunakannya untuk berbagai kepentingan anda.

Ide utama dari self-fulfilling prophecy ini bukanlah terkait dengan ramalan-nya, tetapi terkait perilaku, lebih tepatnya terkait dengan kepercayaan seseorang akan memengaruhi perilaku orang tersebut. Sebagai contoh, misalnya saya yakin kalau kontrak kerja saya tidak akan diperpanjang lagi. Akibatnya, saya kemudian malas-malasan dalam bekerja yang pada akhirnya membuat atasan saya enggan memperpanjang kontrak kerja saya. Lain halnya kalau saya yakin kontrak kerja saya akan diperpanjang dan malahan akan naik pangkat pada kontrak berikutnya. Akibatnya, saya kemudian lebih rajin bekerja yang pada akhirnya membuat atasan saya senang dengan kinerja saya. Ingat bahwa perilaku anda menentukan kesuksesan anda.

bola-kristal-peramal
Oleh Uki_71 | Pixabay

Anda menentukan nasib anda sendiri

Hal yang cukup menarik dari ramalan yang terpenuhi sendiri adalah ketika anda menjadi pihak yang pasif atau pihak yang terkena aksi. Maksud saya, anda mungkin tidak tahu bahwa perilaku tidak kooperatif dari misalnya atasan, guru, orang tua, dll., adalah karena mereka terlebih dahulu sudah memiliki asumsi atau keyakinan mula-mula tentang anda. Hal ini disebut sebagai golem effect.[2] Sebagai contoh misalnya orang tua anda sudah terlebih dahulu berkeyakinan bahwa anda akan gagal dalam bisnis anda, maka ia akan miskin memberikan dukungan materi, moral, dan spiritual, sehingga akan memengaruhi anda secara negatif. Untuk itu, anda harus menyadari bahwa ramalan-ramalan negatif tersebut tidak akan terjadi apabila anda tidak terpengaruh dan terus berjuang dengan keyakinan positif.

Sebaliknya, anda dapat menggunakan self-fulfilling prophecy ini untuk mulai memiliki keyakinan yang positif terhadap anak atau bawahan anda sehingga performanya bisa menjadi sesuai yang anda harapkan. Hal ini disebut sebagai pygmalion effect.[3] Oleh karena itu, ada baiknya anda untuk rajin-rajin bersikap yang konstruktif pada kerabat terdekat anda. Namun patut diingat walaupun anda tahu bahwa ramalan juga akan memengaruhi hasil, akan tetapi kunci utama pada teori ini adalah tentang perilaku. Tidak peduli seberapa positif pikiran anda, anda tidak akan bisa berhasil apabila tidak melakukan tindakan apapun.

Setelah anda tahu bahwa keyakinan juga menentukan hasil, bukan berarti anda harus terus berpikiran positif. Dunia ini akan memangsa orang-orang yang lugu dan mudah ditipu. Tidak masalah apabila anda was-was dan berpikiran negatif, tapi ingat bahwa anda akan jauh lebih baik apabila tetap memberikan perilaku yang konstruktif.

Dekaplah dengan erat dompet anda di dalam bus, tapi tetap berikan senyuman pada orang yang anda curigai sebagai pencopet.

Buat jimat anda sendiri

Aneh tapi nyata, ada penelitian yang menyatakan bahwa percaya pada takhyul –dalam kasus ini adalah keberuntungan– dapat meningkatkan kinerja seseorang. Pada penelitian ini digunakan permainan golf mini, dengan satu kelompok pemain diberi tahu bahwa bola yang dipakai adalah bola yang “sial,” sedangkan kelompok yang lain lagi diberi tahu bahwa bola yang mereka gunakan adalah bola yang “beruntung.” Hasilnya cukup mengejutkan! Kelompok yang menggunakan bola hoki memiliki hasil 35% lebih baik dari kelompok yang menggunakan bola sial.[4] Tentu saja mereka semua menggunakan bola yang sama. Tidak ada itu bola hoki atau bola sial. Eksperimen ini menunjukkan bahwa kepercayaan yang positif dapat meningkatkan rasa percaya diri, yang pada akhirnya akan memengaruhi kinerja secara positif.

Untuk anda yang gemar mengoleksi jimat-jimat untuk keberuntungan, ingat kalau jimat / penolak bala / pembawa keberuntungan tersebut hanya akan memengaruhi sebatas rasa percaya diri dan rasa yakin bisa menyelesaikan suatu masalah. Akan tetapi apabila anda tidak melakukan aksi nyata, maka jimat-jimat tersebut tidak ada gunanya. Oiya, yang namanya jimat itu memang tidak ada. Kalau ada yang menawari anda jimat, besar kemungkinannya ia adalah seorang penipu atau tidak tahu kalau sudah ditipu. Tapi tidak ada salahnya kalau anda membuat jimat anda sendiri, hanya sebatas untuk memberikan sugesti positif pada diri anda.

Anda juga bisa jadi motivator

Anda tidak perlu membayar mahal untuk mendapatkan materi pada “seminar motivasi” karena pada dasarnya motivator hanya akan menstimulasi keyakinan diri anda. Kembali lagi ke materi self-fulfilling prophecy, motivator handal mungkin akan bisa meyakinkan anda bahwa “kalau anda yakin bisa, pasti bisa!” akan tetapi dalam praktiknya nanti semuanya akan kembali kepada aksi dan kerja anda di lapangan. Mari jadilah motivator untuk diri anda sendiri, angkat pantat malas anda, lalu segeralah berusaha!

like-fb-kubisnis
Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

Referensi:
[1] https://en.wikipedia.org/wiki/Self-fulfilling_prophecy
[2] https://en.wikipedia.org/wiki/Golem_effect
[3] https://en.wikipedia.org/wiki/Pygmalion_effect
[4] https://www.youtube.com/watch?v=B93ueYrgLks

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2019, "Ramalan yang terpenuhi sendiri | Self-fulfilling prophecy," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/ramalan-terpenuhi-sendiri-self-fulfilling-prophecy/ (diakses pada 21 Sep 2019).

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.