Panduan Optimasi SEO On Page | SEO #3


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Panduan Optimasi SEO On Page | SEO #3 (untuk menghemat pemakaian data).

Yang dimaksud dengan optimasi SEO on page adalah upaya-upaya yang dapat dilakukan pada halaman situs web, apakah itu kode, isi, gambar, struktur, dll., yang bertujuan untuk membuat halaman situs web menjadi lebih baik. Optimalisasi ini sangat penting agar halaman situs web memiliki peringkat yang baik pada hasil pencarian mesin pencari Google, Bing, Yahoo, dll. Meskipun ini adalah hal yang sangat penting, tetapi optimasi SEO onpage yang terlalu berlebihan malah akan menjatuhkan peringkat situs web.

Daftar isi

Artikel ini membahas panduan optimasi SEO on page, antara lain: (1) cara optimasi SEO on-page; (2) faktor-faktor SEO on-page; (3) optimasi struktur situs web; (4) optimasi konten halaman situs web; dan ditutup dengan (5) kesimpulan dan saran.

Bagaimana Cara Optimasi SEO On Page?

Dalam melakukan optimisasi mesin pencari, seseorang sebaiknya terlebih dahulu yakin bahwa halamannya memiliki nilai manfaat bagi pengguna. Optimisasi ini tidak akan berhasil apabila kontennya (tulisan, opini, produk, dll.) tidaklah unik dan berguna. Apabila website anda tentang produk, baca dahulu dan lihat desainnya pada program yang biasa anda gunakan untuk mengetik (misalnya Microsoft Word). Apabila anda dan teman-teman anda sudah yakin bahwa konten tersebut baik dan layak untuk dipublikasikan, maka lanjutkan dengan Optimisasi. Tetapi apabila konten tersebut tidak layak, kita mungkin tidak perlu untuk repot-repot melakukan optimalisasi.

Ketika seseorang telah memiliki konten yang baik, saatnya untuk memoles halaman tersebut sehingga mesin pencari juga akan menyukai isi tulisannya. Ia harus berhati-hati terhadap upaya ini, kadang halaman web yang tidak dioptimalkan bisa saja memiliki rangking yang lebih baik di mata Google. Hal ini bisa saja terjadi karena Google memiliki algoritme untuk mendeteksi apakah kontennya alami ataukah tidak. Oleh karena itu, mari kita bahas bagaimana cara melakukan optimisasi yang baik dan tentunya aman.

ilustrasi-seo-google

Ilustrasi SEO Google | Photo by geralt is not licensed (Public Domain)

Apa Saja Faktor-Faktor SEO On Page?

Apa saja faktor-faktor SEO onpage? Mungkin pertanyaan itu seringkali muncul di benak anda. Sebenarnya faktor-faktor ini sangat sederhana, yaitu [1]

  1. Situs web harus memiliki navigasi dan struktur yang jelas.
  2. Halaman harus memiliki judul dan deskripsi yang jelas.
  3. Gunakan teks untuk hal-hal yang penting, jangan diganti dengan gambar, flash, animasi, dll.
  4. Pikirkan apa yang hendak diketikkan oleh pengguna.

Sebenarnya inti dari optimisasi hanyalah memastikan keempat hal diatas telah dilakukan dengan baik, poin pertama membahas tentang struktur dan yang seterusnya adalah membahas tentang isi atau konten dari halaman website. Ingat bahwa google menggunakan ratusan variabel dalam menentukan rangking, akan tetapi sebagian yang utama adalah keempat hal di atas. Anda tidak dapat mengharapkan mengoptimisasi satu atau dua hal akan langsung memberikan dampak nyata. Lakukan optimalisasi secara bertahap dan konstruktif. Poin-poin diatas akan dijelaskan dengan detail pada bagian selanjutnya.

Bagaimana Cara Optimasi Struktur Situs Web?

Optimasi struktur situs web dan navigasi adalah yang pertama kali sebaiknya anda lakukan. Rencanakanlah struktur situs seperti ketika mengatur folder dan file pada komputer. Misalnya seseorang merencanakan ingin membuat website jasa yang menjual jasa optimasi seo, maka struktur yang mungkin adalah:

Halaman depan >> kategori produk >> halaman produk
Halaman depan >> website >> optimasi-seo.html
Atau
Halaman depan >> kategori produk 1 >> kategori produk 2 >> halaman produk
Halaman depan >> jasa >> website >> optimasi-seo.html

Sehingga struktur URL situs web menjadi:

https://www.contoh.com/website/optimasi-seo.html
Atau
https://www.contoh.com/jasa/website/optimasi-seo.html

Kemudian buat navigasi situs web untuk dapat mengakses kategori tersebut dan produknya. Kadang struktur yang terlalu dalam akan membuat pengguna menjadi malas. Misalnya untuk mengakses “optimasi-seo.html” pengguna harus klik navigasi jasa, kemudian klik lagi navigasi website, kemudian baru klik halaman produk. Hal ini biasanya akan membuat pengunjung meninggalkan situs anda. Bouncing rate juga cenderung meningkat apabila situs web memiliki kedalaman yang tinggi.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

Dalam konteks SEO, URL situs web dapat menggunakan kata kunci yang hendak ditarget. Akan tetapi pastikan tujuan untuk SEO tidak mengalahkan tujuan untuk memudahkan pengunjung. Misalnya kita dapat membuat struktur menjadi seperti pada contoh di bawah ini, sehingga akan kata kunci benar-benar sesuai dengan target kata kunci. Saat ini Google sudah tidak lagi menilai perbedaan URL dengan signifikan, sehingga mungkin saja apabila kata kunci sedikit tertukar tidak akan memberikan efek yang berarti. [2] Akan tetapi, pastikan URL menggunakan tanda penghubung “-” bukan garis bawah “_” (apalagi tanda yang lain) dan juga gunakan semua huruf kecil. [3]

https://www.contoh.com/website/optimasi-seo.html
https://www.contoh.com/jasa/website/optimasi-seo.html

Dalam membuat navigasi, pastikan juga anda menggunakan daftar (list) dan letakkan pada area yang sudah wajar, seperti di bagian atas, atau samping kiri dari halaman website. Gunakan juga teks anchor yang benar, jangan gunakan teks anchor yang tidak spesifik, seperti “klik di sini” pada menu utama. Saat ini teknologi sudah beralih ke mobile, anda bisa menggunakan tombol menu seperti website KuBisnis. Satu hal lagi, kita dapat menggantikan URL yang akan ditampilkan dengan breadcrumb menggunakan Resource Description Framework (RDF), bisa manual atau gunakan saja plugin pada WordPress, Joomla, dll., sesuai dengan apa yang kita gunakan.

<!-- Contoh breadcrumbs untuk navigasi laman depan >> artikel >> judul artikel -->
<span xmlns:v="http://rdf.data-vocabulary.org/#">
<span typeof="v:Breadcrumb">
<a href="https://www.kubisnis.com" rel="v:url" property="v:title">Halaman Depan</a> » 
<span rel="v:child" typeof="v:Breadcrumb">
<a href="https://www.kubisnis.com/category/artikel/" rel="v:url" property="v:title">Artikel</a> » 
<strong class="breadcrumb_last">Panduan Optimasi Meta Tag Situs Web | SEO #2</strong>
</span></span></span>

Bagaimana Cara Optimasi Konten Halaman Situs Web?

Untuk melakukan optimalisasi konten halaman, pertama-tama pastikanlah antara judul dan isi halaman memiliki kesesuaian yang tinggi. Kemudian berikan heading tag pada ide-ide pokok halaman tersebut. Untuk judul dan sub-judul, menebalkan huruf saja tidaklah cukup. Kita juga harus memberi tahu kepada mesin pencari bahwa inilah ide pokok halaman situs web dengan cara diberi tanda h1, h2, h3, dst., misalnya:

<!-- Contoh penulisan konten halaman situs web yang baik -->
<h1>Cara Melakukan SEO Yang Baik dan Benar</h1>
<h2>Bagaimana Cara Melakukan SEO?</h2>
<h3>SEO untuk gambar</h3>
<h3>SEO untuk teks</h3>
<h2>Kesimpulan dan Penutup</h2>

Walaupun mesin telusur Google mampu mengenali gambar, akan tetapi gambar tidak mampu memberikan informasi sebesar teks. Untuk itu, gunakan teks sebagai hal yang utama dan gunakan gambar sebagai pelengkapnya. Gunakan CSS untuk membuat desain yang menarik menggunakan teks. Kita tetap bisa menggunakan gambar apabila memang teks sudah tidak mampu menarik hati pengunjung. Apabila hendak menggunakan gambar, gunakan gambar .jpg yang sudah dikecilkan ukurannya, beri nama file dengan kata kunci, dan tuliskan juga alt tag-nya. Jangan lupa sertakan dimensi gambar untuk mempercepat rendering gambar. Contoh:

<!-- Contoh penulisan alt tag gambar yang baik -->
<img src="//www.situs.com/contoh-snippet-google.jpg" alt="contoh snippet google" width="500" height="132">

Yang terakhir dan sering dilupakan, gunakan kata-kata yang akan diketikkan oleh pengguna. Misalnya seseorang ingin menjual flashdisk, kata-kata “flashdisk” ini memiliki banyak sekali istilah, seperti “flashdrive, flash disk, memory stick, dll.” sebaiknya ia menggunakan kata-kata yang paling sering digunakan oleh pengguna. Walaupun kata-kata itu sebenarnya salah dari sudut pandang teknis, tetapi pengguna mungkin lebih banyak menggunakan istilah tersebut. [1]

Kesimpulan dan Saran

Optimisasi SEO on page tidaklah serumit yang dipikirkan, tetapi pertanyaannya bukanlah cara untuk menjadi rangking 1 Google, tetapi bagaimana website memberikan nilai dan disukai pengunjung. Tidak ada gunanya menjadi nomor satu google apabila tujuan tidak tercapai. Tujuan dapat berupa konversi dari pengunjung ke pembeli, popularitas, image, dll. Jangan juga menggunakan cara-cara usang yang dapat mengakibatkan penalti dari Google. Berikut ini adalah link yang berguna apabila anda ingin membaca lebih lanjut mengenai optimalisasi SEO onpage:

Referensi
  1. Google Webmasters, 2012, “2012 Korea Webmaster Conference,” Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=8j49OT9u92w (accessed February 10, 2016).
  2. Google Webmasters, 2010, “How does URL structure affect PageRank?,” Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=UbimY0exQIA (accessed February 10, 2016).
  3. Google Webmasters, 2011, “Underscores vs. dashes in URLs,” Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=AQcSFsQyct8 (accessed February 10, 2016).

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2016, "Panduan Optimasi SEO On Page | SEO #3," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/panduan-optimasi-seo-on-page-seo-3/ (diakses pada 18 Jul 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.