Apakah Anda Cocok Menjadi Entrepreneur?


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Apakah Anda Cocok Menjadi Entrepreneur? (untuk menghemat pemakaian data).

Untuk dapat menjawab pertanyaan apakah anda cocok menjadi entrepreneur? Anda harus tahu kepribadian dan situasi yang cocok untuk dapat menjadi entrepreneur yang sukses. Dalam buku yang ditulis Richard St. John, “The 8 Traits Successful People Have In Common : 8 To Be Great,” terdapat beberapa sifat yang beresonansi dengan hati penulis, sifat tersebut adalah:

1. Passion
Hampir semua entrepreneur yang sukses memiliki kecintaan pada bidang yang digelutinya. Mereka menekuni bisnis mereka bukan semata-mata karena uang, bahkan mereka tidak pernah berpikir untuk menjadi kaya. Mereka hanya mengerjakan hal yang mereka cintai dengan penuh dedikasi dan semangat. “People don’t buy what you do; they buy why you do it. And what you do simply proves what you believe” – Simon Sinek

steve-job

Steve Jobs tribute | Photo by Aislinn Dewey is licensed under CC-BY-SA-3.0

2. Kerja
Hampir semua entrepreneur yang sukses bekerja luar biasa keras, tetapi karena mereka bekerja pada bidang yang mereka cintai, pekerjaan terasa lebih ringan. Tidak ada kata bisnis sampingan atau kerjaan sambilan apabila seseorang ingin menjadi entrepreneur yang sukses. Apabila ia masih tertarik dengan janji investasi modal kecil dengan return tinggi, maka ia sepertinya lebih cocok menjadi pemain Money Game, Ponzi, atau Skema Piramida, dan bukan menjadi seorang entrepreneur.

3. Serve Other
Hal ini mungkin tidak masuk di akal dalam bisnis. Tetapi coba baca buku yang ditulis oleh Gary Vaynerchuck tentang sosial media marketing. Jaman yang semakin maju menuntut para entrepreneur yang memiliki dana pemasaran yang terbatas untuk dapat memasarkan produk dengan efisien. Ini menuntut para entrepreneur untuk memberikan makna dan nilai pada masyarakat, tidak hanya sekedar aku dan aku, tetapi anda dan kita. Apabila seseorang tidak dapat meluangkan waktunya untuk memberikan sesuatu pada orang lain, ia mungkin tidak cocok menjadi entrepreneur. Apakah anda akan membaca artikel-artikel penulis apabila situs ini berisi hal-hal yang tidak bermanfaat?

Lalu situasi seperti yang membuat Anda cocok untuk entrepreneur?

Mari kita lihat fakta demografis startup yang didanai Y Combinator pada musim dingin 2015: [1]

  • Total 114 perusahaan startup yang didanai
  • Usia founder tertua 66
  • Usia founder termuda 20
  • Rata-rata usia founder 30,27
  • Median usia founder 29
  • Sebanyak 25 founder adalah wanita
  • Sebanyak 89 founder adalah laki-laki
  • Negara representasi Argentina, Canada, Chile, China, Colombia, France, India, Israel, Netherlands, New Zealand, Peru, Russia, Singapore, Thailand , Turkey, UK, Ukraine, USA.

Dapat kita lihat dari data di atas, sebaran data untuk usia condong ke arah usia yang muda. Mengapa demikian? Berikut ini adalah beberapa hipotesis penulis:

haste

Haste | Photo by kevin is licensed under CC-BY-2.0

1. Nyali
Usia 29 sudah matang secara skill tetapi masih mau mengambil risiko tinggi. Mereka masih bisa mengambil risiko (bukan di Indonesia) karena belum banyak beban dalam hidup mereka, seperti suami/istri, anak, cicilan rumah. Semakin seseorang menunda untuk menjadi entrepreneur, maka ia akan semakin sulit untuk menerima fakta bahwa profesi ini sangat berisiko.

2. Ambisi
Hanya 21.93% founder adalah wanita, bukan karena wanita lebih inferior daripada laki-laki, tetapi karena secara alamiah mereka tidak ambisius dalam karir. Seorang entrepreneur harus memiliki ambisi atau kemauan yang sangat keras untuk bisa menjadi sukses.

3. Penguasaan teknologi dan kreativitas
Pada usia yang masih muda, seseorang akan lebih terbiasa dengan gadget dan internet dibandingkan dengan orang yang sudah tua. Perkembangan teknologi telah dan akan membawa perubahan besar dalam cara berbisnis sehingga kemampuan untuk migrasi dari satu sistem ke sistem lain akan sangat berpengaruh.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

sukses-startup

Sukses startup | Photo by Walter Lim is licensed under CC-BY-2.0

Lalu bagaimana dengan Indonesia?
Terkait usia mari kita lihat usia berapa orang Indonesia sudah menikah. Sesuatu hal yang sangat luar biasa, Laki-laki Indonesia menikah pada usia 25,7 tahun. Hal ini jauh berbeda dengan negara-negara Asia yang tercatat pada Y Combinator, India (28) dan Singapura (30). [2]

Menilik kondisi tersebut, sulit rasanya untuk menjadi seorang entrepreneur di Indonesia dengan usia di atas 26 tahun. Anda sudah tidak lagi fokus dalam mengejar passion anda karena tanggung-jawab anda sudah besar. Situasi lingkungan seperti ini akan membuat nyali dan ambisi seseorang menjadi redup. Belum lagi ditambah dengan penguasaan teknologi yang kurang di Indonesia, diperparah dengan internet lambat yang akan mempersulit alih teknologi dari luar. Apabila seseorang memiliki passion, mau bekerja serius, mau berbagi dan memberi makna, serta berusia kurang dari 26 tahun, selamat! Ia mungkin cocok untuk menjadi entrepreneur.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa keadaan di dunia ini tidak ada yang ideal. Anda dapat menjadi entrepreneur kapanpun, pada usia berapapun, dan dalam situasi apapun. Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan segera memulai – KuBisnis

Referensi
  1. Manalac, K., 2015, “YC Stats – Winter 2015,” http://blog.ycombinator.com/yc-stats-winter-2015 (accessed November 5, 2015).
  2. Wikipedia contributors, “Age at first marriage,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Age_at_first_marriage&oldid=685754982 (accessed November 5, 2015).

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2015, "Apakah Anda Cocok Menjadi Entrepreneur?," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/apakah-anda-cocok-menjadi-entrepreneur/ (diakses pada 10 Dec 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.