Definisi Startup Bisnis dan Jenisnya


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Definisi Startup Bisnis dan Jenisnya (untuk menghemat pemakaian data).

Setelah panjang lebar menjelaskan cara membuat startup bisnis dalam belasan artikel, penulis malah lupa menjelaskan apa itu startup. Banyak sekali definisi dari perusahaan rintisan, berikut ini adalah beberapa definisinya:

  • Startup adalah perusahaan muda yang sedang mulai untuk berkembang. Startup biasanya kecil, dibiayai dan dioperasikan oleh beberapa founder atau seorang individu. [1]
  • Sebuah startup bisnis adalah organisasi yang dibentuk untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable[2]

Definisi startup bisnis yang mana saja akan tetap mengandung kata “baru mulai” dan “pertumbuhan” inilah kata kunci dari startup.

Lalu apa bedanya startup dan bisnis kecil (UKM) yang baru berdiri?
Berikut ini adalah jawaban pakar startup, Steve Blank:

steve-blank-startup

youtube.com/watch?v=CIA9ikESXYI | Video by Sprinkle Lab is licensed under Standard YouTube License

Penulis sependapat dengan Steve, sebenarnya perusahaan rintisan memiliki karakteristik yang sama dengan UKM, tetapi yang berbeda adalah pada visi dan misi founder. Founder startup ingin menaklukan dunia dan memberikan perubahan yang besar bagi dunia (tentu saja ke arah yang lebih baik). Sedangkan pendiri UKM tidak memiliki visi sebesar itu, mereka hanya ingin kehidupan sehari-hari tercukupi, atau mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

Jadi apabila ada coffee shop yang founder-nya ingin membuka cabang di tiap negara, ini juga adalah startup bisnis. Startup bisa berubah menjadi UKM apabila dalam waktu biasanya 5 tahun, mereka tidak mendapatkan pertumbuhan bisnis yang diinginkan. UKM yang baru berdiri bisa berubah menjadi startup apabila tidak diduga dapat diterima dengan baik oleh pasar, sehingga sang founder lalu memiliki ambisi yang lebih tinggi. Kunci dari pertumbuhan ini adalah model bisnis yang repeatable dan scalable seperti yang didefinisikan oleh Steve Blank.

Karena ambisi yang begitu besar, perbedaan founder startup bisnis dan UKM akan dapat dilihat dengan jelas. Founder startup biasanya workaholic, selalu bekerja tidak kenal ampun untuk mewujudkan mimpinya. Tidak demikian dengan UKM, di mana pemiliknya hanya menginginkan tercukupinya kebutuhan sehari-hari sehingga tidak terlalu ngotot.

Lalu startup bisnis ada berapa jenis?
Steve Blank membagi startup ke dalam jenis pasarnya:

steve-blank-startup-2

youtube.com/watch?v=6y3WIrgp_NY | Video by steve blank is licensed under Standard YouTube License

Terdapat 4 jenis pasar, yaitu existing market, resegmented market, new market, dan clone market. Penulis akan menggarisbawahi tentang pasar eksisting dan pasar baru. Startup yang bermain di pasar eksisting, seperti ayam goreng tepung tentu saja akan memiliki strategi yang berbeda dengan startup bisnis yang menciptakan pasar baru. Kunci dalam keberlangsungan startup adalah kemampuan untuk mengelola investasi awalnya. Perusahaan rintisan yang bermain di pasar eksisting dapat langsung mengharapkan pendapatan dari penjualan, tetapi startup yang bermain di pasar baru harus menunggu dan perlahan-lahan mengedukasi pasar. Kita bisa mengambil contoh kecerobohan startup bisnis yang memperkenalkan teknologi baru, tetapi menggunakan sebagian besar investasi awalnya untuk iklan. Bila ini terjadi, pendapatan yang tumbuh perlahan tidak dapat mengatasi pengeluaran iklan yang besar dan akhirnya startup akan bangkrut.

silicon-valley-dealmakers

Bar tempat hangout di Silicon Valley | Photo by Intel Free Press is licensed under CC-BY-2.0

Selain itu, jenis perusahaan rintisan juga dapat dibedakan menurut pendanaannya:

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

  • Internal (boostrap): Investasi awal (modal) bersumber dari dana pribadi founder, kelebihan dari model ini adalah rasa memiliki perusahaan yang sangat besar dan tidak ada konflik kepemilikan, sehingga founder dapat bekerja dengan lebih fokus. Sayangnya modal yang kecil juga akan menghambat pertumbuhan perusahaan.
  • Eksternal (angel investment, venture capital, crowdfunding): Investasi awal (modal) bersumber dari pihak lain yang dilakukan dengan membagi kepemilikan perusahaan. Dengan modal yang besar, pertumbuhan akan dapat direalisasikan dengan lebih ringan, namun demikian ada kemungkinan konflik kepentingan antara founder dan investor.
Referensi

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2015, "Definisi Startup Bisnis dan Jenisnya," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/definisi-startup-dan-jenisnya/ (diakses pada 25 May 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.