Visi, Misi, dan Nilai yang Berorientasi Konsumen


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Visi, Misi, dan Nilai yang Berorientasi Konsumen (untuk menghemat pemakaian data).

Dalam bahasan manajemen strategis (en: strategic management) khususnya tahap perencanaan strategis (en: strategic planning), tentunya kita sudah mengenal apa itu visi, misi, dan nilai-nilai utama (en: core values) dari organisasi. Visi merupakan pernyataan akan tujuan akhir yang ingin dicapai oleh organisasi. Misi mendeskripsikan apa yang benar-benar dilakukan, untuk menjawab bagaimana mencapai tujuan itu. Kemudian, nilai-nilai utama adalah pedoman untuk mengejar visi dan misi secara etis dan legal. [1] Ketiga definisi di atas bukanlah merupakan hal yang absolut. Kadang visi dan misi sering ditukar-tukar, bahkan perusahaan sekarang mulai menggunakan misi tanpa mencantumkan visi, ataupun sebaliknya.

Perbandingan Orientasi Visi, Misi, dan Nilai Organisasi

Walaupun seakan-akan tidak penting (bagi orang teknikal), tetapi visi, misi, dan nilai-nilai utama sering mencerminkan seperti apa organisasi atau perusahaan anda. Terdapat dua jenis orientasi organisasi, yaitu: (1) berorientasi produk; dan (2) berorientasi pada konsumen. [1] Penulis berpendapat orientasi produk merupakan orientasi yang klasik, sedangkan orientasi pada konsumen merupakan orientasi yang modern. Mari kita ambil contoh perusahaan yang baru dan perusahaan yang sudah lama berdiri (Hanya kalimat pertama saja): [2][3]

Perbandingan visi, misi, dan nilai-nilai utama
Komponen Indofood Tokopedia
Visi Perusahaan Total Food Solutions Membangun Indonesia lebih baik lewat Internet
Misi Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan -
Nilai Dengan disiplin sebagai falsafah hidup; Kami menjalankan usaha kami dengan menjunjung tinggi integritas Fokus pada Konsumen

Kedua perusahaan di atas merupakan perusahaan-perusahaan yang pertama kali muncul dalam benak penulis. Mungkin contoh di atas bukan perbandingan yang setara karena kedua perusahaan tersebut bermain pada sektor yang berbeda. Akan tetapi, paling tidak kedua perusahaan tersebut sudah bermain pada level nasional.

Mari kita lihat visi Indofood: “Perusahaan Total Food Solutions.” Kira-kira siapa yang akan peduli pada visi itu? Sepertinya hanyalah para karyawan dan manajemen. Kata kunci di atas adalah “perusahaan,” hal ini mengindikasikan bahwa Indofood berorientasi pada produk atau proses internal. Yang menjadi fokus visi mereka adalah diri sendiri, dan bukan konsumen. Perhatikan pada misi mereka “Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan.” Kata kunci di sini adalah “kebutuhan,” hal ini menunjukkan bahwa mereka bermain pada ranah kebutuhan, dan bukan keinginan atau kecintaan. Untuk berkompetisi pada ranah kebutuhan, maka efisiensi dibutuhkan untuk dapat menekan harga.

Tokopedia merupakan perusahaan yang masih tergolong baru. Startup ini memperoleh pendanaan sebesar 100 juta Dollar dari SoftBank dan Sequoia Capital. Oleh karena masih baru, biasanya mereka memiliki visi, misi, dan nilai yang berorientasi konsumen. Mari kita lihat pada visi mereka: “Membangun Indonesia lebih baik lewat Internet.” Kata kunci di sini adalah “Indonesia,” ini menandakan orientasi ke luar, yaitu orientasi pasar atau konsumen. Penulis tidak mendapatkan info tentang misi Tokopedia di situs web dan dokumen Nakama mereka, mungkin mereka memang hanya menggunakan visi saja. Nilai mereka sudah begitu jelas bahwa mereka “Fokus pada konsumen.”

ilustrasi-strategi

Ilustrasi Strategi | Photo by jarmoluk is not licensed (Public Domain)

Visi, Misi, dan Nilai yang Cocok untuk Startup

Pada startup, penulis sulit membayangkan apabila startup berorientasi pada proses internal. Visi, misi, dan nilai yang berorientasi internal akan sulit menarik hati konsumen atau investor. Ingat bahwa startup adalah organisasi yang mencari pertumbuhan pasar/konsumen untuk kemudian diakuisisi. Oleh karena itu dalam mengejar hal tersebut, anda harus bisa menjawab beberapa pertanyaan berikut: (petunjuk: coba posisikan diri anda sebagai konsumen)

  • Mengapa saya harus peduli?
  • Apa untungnya bagi saya?
  • Apakah saya merasa lebih baik?

Mari kita coba tengok kembali visi Indofood dalam bahasa Inggris, karena mungkin fitur lokalisasi dari situs mereka agak kurang tepat. Visi mereka adalah “A Total Food Solutions Company.” [4] Mari kita coba uji menggunakan pertanyaan di atas.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

  • Mengapa saya harus peduli? Saya tidak peduli apa itu total food solutions company, membacanya saja sudah sulit.
  • Apa untungnya bagi saya? Tidak ada, malah menjadi sibuk memikirkan apa kira-kira terjemahan yang pas untuk perusahaan total food solutions.
  • Apakah saya merasa lebih baik? Jujur, saya merasa lebih bingung.

Mari kita coba tengok lagi misi -karena penulis tidak mendapatkan info mengenai visi- perusahaan modern seperti Google. Misi Google adalah “mengatur informasi dunia dan membuatnya dapat diakses serta memberikan manfaat secara universal.” [5]

  • Mengapa saya harus peduli? Wow, keren juga.
  • Apa untungnya bagi saya? Informasi yang dapat diakses universal!
  • Apakah saya merasa lebih baik? Ya, setelah membaca nadanya berkesan positif.

Kesimpulan

Visi, misi, dan nilai-nilai utama tidak hanya sekedar pernyataan yang tertuang dalam dokumen, akan tetapi sekaligus merupakan jati diri (identitas) organisasi. Tidak ada pernyataan yang benar atau salah, karena semua organisasi merupakan entitas yang unik. Pernyataan ini juga dapat berubah sesuai dengan kondisi internal dan eksternal organisasi.

Meskipun tidak ada pernyataan yang benar dan salah, startup sebaiknya mengimplementasikan orientasi yang fokus pada konsumen. Mengapa? karena startup sangat membutuhkan pertumbuhan tinggi dalam pangsa pasar. Akibatnya, sebisa mungkin startup dapat membuat dirinya menarik bagi konsumen. Perusahaan yang sudah besar dan “mapan” sebaiknya juga jangan terlalu fokus pada dirinya. Hal ini dapat membuat perusahaan tidak dapat dengan lincah mengikuti perkembangan eksternal (terutama teknologi) dan tren konsumen.

Lalu bagaimana dengan visi, misi, dan nilai yang anda sukai? Apakah berorientasi produk atau konsumen? Ataukah ada ide lain?

Referensi

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2016, "Visi, Misi, dan Nilai yang Berorientasi Konsumen," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/visi-misi-dan-nilai-yang-berorientasi-konsumen/ (diakses pada 25 May 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.