Belajar Mengoptimalkan Kata Kunci Website | On-page SEO #5


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Belajar Mengoptimalkan Kata Kunci Website | On-page SEO #5 (untuk menghemat pemakaian data).

Optimasi kata kunci adalah praktik untuk membuat halaman situs web mendapatkan sinyal nilai yang baik pada kata kunci tertentu di dalam penelusuran Google. Optimasi kata kunci (en: keyword) ini merupakan teknik SEO klasik yang masih digunakan pada SEO modern (dalam tingkatan tertentu). Maksudnya, algoritma Google telah mengalami pembaruan berulang kali untuk menghukum situs web yang terlalu banyak mengoptimalkan (en: over optimize) kata kunci. Pada tutorial ini, kita akan belajar menerapkan praktik terbaik dalam mengoptimalkan keyword yang aman dari hukuman.

Daftar isi

Pada tutorial ini kita akan belajar optimasi kata kunci situs web, dengan mengoptimalkan kata kunci pada: (1) URL dan meta tag; (2) konten teks; (3) konten gambar; dan (4) anchor text pada tautan.

Optimasi Kata Kunci pada URL dan Meta Tag

Pokok bahasan ini sebenarnya sudah sedikit banyak kita bahas pada tutorial optimasi meta tag. Kita dapat menuliskan keyword pada URL dan Meta Tag (title, meta description, dan meta keywords) dengan aturan: [1]

  • Tidak mengulang-ulang kata kunci pada URL dan meta tag
  • Usahakan agar URL tidak terlalu panjang (sependek mungkin)
  • Tidak terlalu banyak menggunakan tanda baca
  • Fokuskan meta tag pada CTR (Click Through Rate), atau dengan kata lain buat semenarik mungkin
  • Buat agar konsisten antara URL, meta tag, dan konten
  • Tidak perlu terlalu menghabiskan banyak waktu untuk mengoptimalkan kata kunci

Mari kita coba bahas menggunakan contoh pada tutorial SEO KuBisnis sebelumnya:

<!-- https://www.kubisnis.com/cara-meningkatkan-kecepatan-website/ -->
<title>Cara Meningkatkan Kecepatan Website &bull; KuBisnis</title>
<meta name="description" content="Artikel ini membahas cara meningkatkan kecepatan situs web, yaitu: menggunakan Google pagespeed, memperkecil gambar, minifikasi kode, dll."/>
<meta name="keywords" content="meningkatkan kecepatan, kecepatan website"/>

Contoh di atas memperlihatkan bagaimana cara kami menuliskan URL dan meta tag untuk mengoptimalkan kata kunci “cara meningkatkan kecepatan website.” Terlihat bahwa kami tidak mengulang-ulang kata kunci, hanya menuliskan satu kali pada tiap elemen. Tidak ada trik di sini, kami hanya mengatakan apa yang sesungguhnya ada di halaman tersebut. Deskripsi juga tidak perlu terlalu panjang, cukup 140an kata, bersih, bahasa yang baku, dan menggambarkan dengan jelas apa konten yang ada dalam halaman tersebut. Kami yakin walaupun mungkin tutorial tersebut tidak mendapatkan peringkat tertinggi ataupun halaman pertama Google, paling tidak pengguna mesin telusur akan melihat bahwa snippet kami bersih, konsisten, dan berguna.

Optimasi Kata Kunci pada Konten Teks

Cara mengoptimalkan kata kunci pada konten teks (dan gambar) sebenarnya sudah sedikit banyak kita bahas di tutorial optimasi struktur dan konten, tapi kita juga akan membahasnya lebih dalam di sini. Terdapat konsep yang sebaiknya kita pelajari pada area ini, seperti: [2]

  • Kerapatan kata kunci (en: keyword density): Kerapatan kata kunci apakah 1%, 2%, 5%, dst., tidaklah penting pada SEO modern. Apabila kita terlalu banyak mengulang-ulang kata kunci, kita malah dapat terkena hukuman dari Google. Praktik terbaik dalam hal ini adalah dengan menulis dengan “alami” tanpa tendensi untuk memperbanyak kata tertentu pada suatu halaman. Yang penting, pastikan kata yang anda ingin diindeks Google ADA pada halaman tersebut.
  • Kata kunci pada judul dan sub-judul (en: heading): Kata kunci memang sebaiknya ada pada h1 karena h1 bisa diibaratkan sebagai judul karangan kita (huruf paling besar dan tebal). Konsistensi antara URL, meta tag, dan h1 penting agar pengguna tidak merasa tertipu setelah memasuki situs web kita dari daftar penelusuran Google. Sedangkan pada sub-judul, gunakan bila memang perlu dan masih terlihat alami.
  • Membuat konten yang mirip: kita tidak perlu membuat halaman yang “serupa tapi tak sama” untuk setiap kata kunci yang kita ingin target. Misalnya pada halaman ini terdapat empat sub-judul yang sebenarnya bisa dipisah menjadi empat judul halaman berbeda (lihat daftar isi). Pada halaman ini, kami memilih menggabungkan empat hal yang mirip menjadi satu halaman.

Mari kita coba bahas menggunakan contoh pada tutorial SEO KuBisnis sebelumnya:

<h1>Panduan Meningkatkan Kecepatan Situs Web | SEO #4</h1>
<h2>Menggunakan Google Pagespeed</h2>
<h2>Mengoptimalkan Gambar</h2>
<h3>Mengoptimalkan HTML untuk Gambar</h3>
<h2>Kesimpulan dan Saran</h2>

Coba lihat judul h1 yang sedikit berbeda dengan title tag. Memang alangkah baiknya apabila h1 dan title tag benar-benar sama. Akan tetapi, kami memilih menggunakan kata lain dengan maksud agar h1 konsisten dengan artikel berseri sebelumnya, dan title mengakomodasi keyword yang benar-benar diketik oleh pengguna internet. Anda dapat menggunakan cara ini apabila memang kedua hal tersebut hampir sama, mungkin sekitar 85% masih wajar. Tetapi hati-hati apabila h1 dan title tag berbeda secara signifikan, kita akan melanggar panduan penelusuran Google apabila itu dilakukan. [3]

Perhatikan juga bahwa pada h2 dan seterusnya, kami tidak memasukkan kata kunci. Hal ini karena memang pokok bahasan tidak pas apabila menggunakan keyword “meningkatkan kecepatan situs web.” Yang terpenting adalah menulis dengan alami dan tidak perlu terlalu memusingkan SEO, karena mesin telusur modern Google sudah canggih.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

Optimasi Kata Kunci pada Konten Gambar

Untuk mengoptimalkan kata kunci pada gambar, kita dapat memasukkannya ke dalam URL gambar, alt gambar, dan caption. Akan tetapi pastikan bahwa makna gambar sebaiknya konsisten dengan teks, maksudnya jangan gunakan gambar yang “gak nyambung” dengan teksnya. Seringkali kita terlalu memaksakan untuk menggunakan kata kunci pada suatu gambar, padahal gambar tersebut maknanya sangat berbeda dengan kata yang ingin diindeks. Sebisa mungkin cari atau buat gambar yang maknanya sama dengan kata yang ingin dirangking di mesin telusur Google.

Apabila memang halaman situs web anda hanya berisi gambar atau produk, anda tidak perlu memasukkan blok teks yang tidak berguna di bawah gambar tersebut. Jangan sertakan suatu teks di dekat gambar apabila teks itu terlihat tidak alami dan hanya bertujuan untuk optimasi SEO. Praktik terbaik dalam kasus ini adalah dengan mencoba mengkonsep ulang halaman gambar atau produk tersebut, misalnya dengan menambahkan bagian review, keterangan metadata foto, komentar, dll. Meskipun gambar lebih baik dalam menarik perhatian pengunjung, akan tetapi gambar tidak dapat menggantikan teks. Oleh karena itu, sesuatu yang salah apabila kita memasukkan kalimat panjang, bahkan satu paragraf penuh pada alt gambar.

Mari kita coba pelajari menggunakan contoh pada tutorial SEO KuBisnis sebelumnya:

src: https://www.kubisnis.com/wp-content/uploads/2016/02/ilustrasi-seo-google.jpg
alt: ilustrasi-seo-google"
caption: Ilustrasi SEO Google | Photo by geralt is not licensed (Public Domain)

Kata kunci yang ingin dioptimalkan pada gambar di atas adalah “Optimasi SEO On Page,” akan tetapi sulit mencari gambar yang sesuai dengan keyword yang diharapkan, sehingga kami memutuskan untuk menggunakan teks caption dan metadata yang relevan dengan gambar tersebut. Hal ini lebih baik daripada menggunakan teks yang tidak sesuai dengan makna gambar yang dipasang.

ilustrasi-kata-kunci-seo

Ilustrasi kata kunci SEO | Photo by 742680 is not licensed (Public Domain)

Optimasi Kata Kunci pada Anchor Text Tautan

Apa itu anchor text? Dalam bahasa sederhana, ketika kita melihat teks ditautkan ke halaman situs web tertentu, teks pada tautan tersebut disebut sebagai anchor. Contohnya:

<a href="https://www.kubisnis.com/panduan-optimasi-seo-on-page-seo-3/" target="_blank">Panduan Mengoptimalkan SEO On Page</a>

Maka anchor dari tautan di atas adalah “Panduan Mengoptimalkan SEO On Page.” Anchor ini adalah sinyal peringkat Google yang sangat kuat apabila tautan menggunakan atribut “follow” dan berasal dari domain yang memiliki otoritas (en: authority) yang tinggi. Namun, hal yang akan dibahas dalam tutorial ini bukanlah tautan dari luar domain kita, tetapi tautan yang berasal dari dalam dan menuju domain kita sendiri.

Kita dapat mengoptimalkan tautan pada menu atau pada konten halaman situs web untuk menggunakan anchor yang mengandung kata kunci. Kesalahan paling mendasar webmaster adalah menggunakan anchor yang asal-asalan, seperti “klik di sini, menuju tkp, selengkapnya, dsb.” Anchor seperti itu kurang baik karena tidak spesifik dan tidak menjelaskan judul halaman tujuan. Terdapat tiga jenis tautan yang mereferensikan diri (domain) sendiri, yaitu: [4]

  • Tautan internal: mengarahkan dari satu halaman ke halaman lain, seperti menu, daftar artikel terkait, dll.
  • On page anchor links: mengarahkan pada bagian lain dalam halaman yang sama, contohnya ada pada daftar isi di bagian atas.
  • Self-referencing: mengarahkan pada halaman yang sama menggunakan anchor text yang bertujuan untuk menipu mesin telusur.

Jangan pernah gunakan tautan seperti pada poin ketiga karena pada SEO modern hal ini malah merugikan. Tautan bertujuan untuk mengarahkan pengunjung dari halaman satu ke halaman yang lain, atau mengarahkan mereka ke segmen yang berbeda; bukan untuk mengulang-ulang halaman yang sama. Apabila masih ada situs web abal-abal yang memasukkan hal ini sebagai “trik,” maka mereka sudah terlambat 10 tahun untuk memperoleh manfaat dari “trik” ini.

Kesimpulan dan Saran

Dalam tutorial ini, kita sudah belajar optimasi kata kunci menggunakan praktik terbaik yang update. Pada dasarnya, kita hanya perlu memastikan bahwa kata kunci tersebut konsisten dengan halaman situs web, baik url, meta tag, konten gambar, konten teks, dan tautan. Kita pun tidak perlu spamming kata kunci, dan menggunakan cara-cara manipulatif lain untuk mendapatkan peringkat mesin telusur yang baik. Saat ini, tindakan manipulatif sangat jarang lolos dari algoritma Google yang semakin canggih.

Apabila konten pada halaman kita berkualitas dan mengandung kata yang dicari oleh pengguna, tentu saja halaman kita akan memiliki rangking yang baik. Tidak peduli apakah melakukan optimasi kata kunci atau tidak.

Referensi
  1. Fishkin, R., 2012, “Getting On-Page SEO Right in 2012 and Beyond – Whiteboard Friday,” SEOmoz, Inc., https://moz.com/blog/getting-onpage-seo-right-in-2012-and-beyond-whiteboard-friday (accessed March 18, 2016).
  2. Fishkin, R., 2012, “6 Changes Every SEO Should Make BEFORE the Over-Optimization Penalty Hits – Whiteboard Friday,” SEOmoz, Inc., http://www.seomoz.org/blog/6-changes-every-seo-should-make-before-the-over-optimization-penalty-hits-whiteboard-friday (accessed March 18, 2016).
  3. Schwartz, B., 2015, “Google News Title Tags & H1 Tags Should Be Consistent For Ranking,” Search Engine Roundtable, https://www.seroundtable.com/google-news-titles-h1-19876.html (accessed March 18, 2016).
  4. Shepard, C., 2012, “Self-referencing links,” Moz Q&A, https://moz.com/community/q/self-referencing-links (accessed March 18, 2016).

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2016, "Belajar Mengoptimalkan Kata Kunci Website | On-page SEO #5," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/belajar-optimasi-kata-kunci-seo-website/ (diakses pada 18 Jul 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.