Tidak Ada Cara Cepat dan Mudah untuk Menjadi Kaya


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Tidak Ada Cara Cepat dan Mudah untuk Menjadi Kaya (untuk menghemat pemakaian data).

Pernahkan anda mendengar seminar atau pelatihan yang membahas bagaimana mudahnya seseorang mendapatkan uang? Cara cepat untuk menjadi kaya? Jalan pintas untuk sukses? dll. Apabila ya, berarti artikel ini bisa bermanfaat bagi anda. Sebenarnya ADA cara untuk menjadi kaya dalam waktu singkat, seperti: menang undian, bandar narkoba, merampok, korupsi, dsb. Jadi pertanyaan-pertanyan di atas sebenarnya adalah pertanyaan yang retoris, karena memang tidak ada cara cepat untuk jadi kaya raya (secara etis dan legal). Di sini, kami akan mencoba mengungkapkan fakta-fakta dan ide-ide untuk mendukung pernyataan kami.

Daftar isi

Artikel ini ingin menyanggah para oknum yang tidak bertanggung jawab, yang menyebarkan ajaran seolah-olah menjadi kaya itu mudah. Terdapat dua bagian pada artikel ini, yaitu bagian (1) fakta pendukung: jumlah orang kaya di usia muda dan beberapa dari orang kaya adalah penipu; lalu kemudian (2) ide yang dapat menjelaskan mengapa menjadi kaya raya itu tidak instan: teori ekonomi tentang modal dan kekayaan dan tidak mudah bila ingin cepat kaya di Indonesia.

Jumlah Orang Kaya di Usia Muda

Apabila ada cara cepat untuk menjadi kaya, tentunya banyak orang kaya di usia muda. Untuk apa mereka menunggu sampai tua untuk mendapatkan sesuatu yang mudah bukan? Berikut ini adalah statistik dari Forbes [1]

Daftar 20 Besar Orang Terkaya di Dunia versi Forbes
Peringkat Nama Umur Warga Negara
1 Bill Gates 60 Amerika Serikat
2 Amancio Ortega 79 Spanyol
3 Warren Buffett 85 Amerika Serikat
4 Carlos Slim Helu 76 Meksiko
5 Jeff Bezos 52 Amerika Serikat
6 Mark Zuckerberg 31 Amerika Serikat
7 Larry Ellison 71 Amerika Serikat
8 Michael Bloomberg 74 Amerika Serikat
9 Charles Koch 80 Amerika Serikat
9 David Koch 75 Amerika Serikat
11 Liliane Bettencourt 93 Perancis
12 Larry Page 42 Amerika Serikat
13 Sergey Brin 42 Amerika Serikat
14 Bernard Arnault 67 Perancis
15 Jim Walton 67 Amerika Serikat
16 Alice Walton 66 Amerika Serikat
17 S. Robson Walton 71 Amerika Serikat
18 Wang Jianlin 61 Tiongkok
19 Jorge Paulo Lemann 76 Brazil
20 Li Ka-shing 87 Hong Kong

Secara sekilas, perhatian kita akan tertuju pada Mark Zuckerberg yang memiliki usia 31 tahun. Akan tetapi apabila kita hitung, rata-rata usia di atas adalah 67,75 tahun. Artinya, untuk menjadi kaya dan mendapatkan uang yang banyak tidaklah mudah dan tidaklah bisa kilat. Para pengusaha tersebut harus menunggu sampai menjadi kakek-kakek untuk dapat mencapainya. Mark adalah fenomena tersendiri, dia bisa mendapatkan banyak uang dalam waktu cepat karena perpaduan keberuntungan, keahlian, ekosistem negara (akan di bahas di bagian selanjutnya), dll. Perpaduan itu mungkin hanya akan muncul beberapa puluh tahun sekali dan akan selalu menjadi fenomena ketika muncul.

Apabila ada yang masih ragu bahwa menjadi kaya juga sulit di Indonesia, mari kita tengok statistik dari Forbes berikut ini: [2]

Daftar 20 Besar Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes
Peringkat Nama Umur Warga Negara
1 Hartono family 66 Indonesia
2 Susilo Wonowidjojo 60 Indonesia
3 Anthoni Salim 67 Indonesia
4 Eka Tjipta Widjaja 92 Indonesia
5 Chairul Tanjung 53 Indonesia
6 Sri Prakash Lohia 63 Indonesia
7 Bachtiar Karim 59 Indonesia
8 Boenjamin Setiawan 82 Indonesia
9 Mochtar Riady 86 Indonesia
10 Tahir 63 Indonesia
11 Peter Sondakh 66 Indonesia
12 Kusnan & Rusdi Kirana - Indonesia
13 Murdaya Poo 75 Indonesia
14 Putera Sampoerna 68 Indonesia
15 Eddy Kusnadi Sariaatmadja 62 Indonesia
16 Ciputra 84 Indonesia
17 Eddy Katuari 64 Indonesia
18 Eka Tjandranegara 70 Indonesia
19 Kuncoro Wibowo 60 Indonesia
20 Theodore Rachmat 72 Indonesia

Dapat kita lihat bahwa tidak ada orang kaya di daftar tersebut yang masih muda, bahkan rata-rata usia lebih tinggi dari daftar sebelumnya, yaitu 69,05 tahun. Oleh karena itu, argumen bahwa gampang menjadi kaya di usia muda sepertinya harus dibuang jauh-jauh ke dalam tempat sampah, kecuali kita adalah keturunan dari orang kaya di atas.

Sebagian Orang Kaya adalah Penipu

Berulang kali orang-orang kaya harus tersangkut kasus kriminal, seperti pencucian uang, penggelapan, penipuan, dan aneka kecurangan lain. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apabila mudah kenapa harus curang?

Masih ingat dengan Martin Shkreli? Pria 32 tahun ini beberapa waktu lalu sempat menghebohkan media karena menaikkan harga obat sangat tinggi. Di mana dia sekarang? Pria ini ditangkap FBI karena kasus penipuan. [3]

Pelajaran yang dapat kita ambil adalah tidak ada cara cepat dan mudah dalam mendapatkan uang. Keinginan untuk menjadi cepat kaya bisa jadi akan membawa petaka bagi kita dan keturunan kita. Karena begitu sulitnya mendapatkan uang di Indonesia, sampai-sampai beberapa oknum pejabat harus melakukan korupsi untuk bisa cepat menjadi kaya. Meskipun demikian, masih banyak juga orang yang mau bersabar dan mendapatkan uang dengan cara yang etis dan legal. Kendati sulit, tetapi uang masih bisa diupayakan dan tidak mustahil kita akan menjadi kaya. Yang sebaiknya kita lakukan adalah mengakui bahwa tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya, mengakui menjadi kaya itu sulit, lalu mencari jalan keluar atas kesulitan tersebut.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

Teori Ekonomi Tentang Modal dan Kekayaan

Karakteristik utama dari kapitalisme adalah adanya hak milik privat, akumulasi modal (en: capital), dan pasar yang kompetitif. [4] Ketiga hal inilah yang sangat penting apabila seseorang ingin menjadi kaya. Seseorang dapat bekerja untuk mengakumulasi modalnya karena adanya hak milik yang diakui. Lalu ketika modalnya sudah cukup, modal tersebut yang akan membuat seseorang unggul dengan yang lainnya untuk mengakuisisi pasar. Akan tetapi modal juga dapat berupa keahlian, sehingga orang dengan keahlian tertentu dapat mengakuisisi pasar dan menjadi kaya (idealnya).

Tapi sayangnya modal berwujud biasanya akan lebih kuat daripada modal yang tidak berwujud, karena memang modal tidak berwujud sulit untuk diakumulasi. Ini menyebabkan orang yang kaya akan semakin kaya karena lapangan bertanding pada pasar menjadi “memihak” orang bermodal besar. Mayoritas rakyat “jelata” umumnya tidak memiliki akumulasi modal yang cukup untuk berkompetisi di pasar. Akibatnya, apabila kita adalah mayoritas rakyat “jelata” tersebut, ide bahwa ada cara mudah untuk menjadi kaya adalah bohong.

Untungnya, dalam kapitalisme kita masih bisa menjadi kaya walaupun tidak mudah. Kita dapat bekerja menggunakan keahlian, lalu sedikit demi sedikit mengakumulasi modal yang kita punyai untuk menjadi suatu bisnis yang lebih besar. Kalau beruntung, kita juga dapat mendapatkan pendanaan modal dari luar untuk memperbesar usaha kita. Konsep tersebut dikenal dengan startup bisnis pendanaan internal dan startup bisnis pendanaan eksternal. Jadi, jalan untuk menjadi kaya yang paling rasional adalah menjadi wirausahawan.

Ilustrasi-tidak-ada-cara-cepat-untuk-menjadi-kaya

Ilustrasi tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya | Photo by Alexas_Fotos is not licensed (Public Domain)

Tidak Mudah Bila Ingin Cepat Kaya di Indonesia

Kita tahu bahwa negara kaya memiliki korelasi dengan banyaknya jumlah wirausahawan pada negara tersebut. Coba lihat kembali daftar orang kaya global dari Forbes, kira-kira negara mana yang paling kaya? Yap, Amerika Serikat! Negara Paman Sam tersebut memang sangat mendukung munculnya pengusaha baru. [5] Amerika Serikat memiliki budaya nasional dan ekosistem yang sesuai untuk membuat startup bisnis terus muncul dan bertumbuh. Hubungan antara budaya nasional, ekosistem, dan kewirausahaan ini sudah sering diteliti dalam berbagai jurnal.

Apabila kita berada di Amerika Serikat, kata “mudah dan cepat menjadi kaya” memang ada benarnya. Tetapi tidak demikian ketika kita membahasnya di negeri kita tercinta. Budaya nasional, supremasi hukum, kepastian peraturan, kondisi politik, korupsi, dll., membuat negara ini kurang cocok bagi entrepreneur. Di negara ini, orang menjadi kaya tidak semata-mata karena dapat mengakumulasi modal dan keahlian saja, tetapi bisa jadi akan diwarnai dengan drama yang penuh intrik. Belum lagi ditambah dengan daya beli pasar yang tentunya jauh dibandingkan dengan negara-negara maju.

Nah, setelah kita tahu bagaimana sulitnya menjadi kaya di negara ini, yang sebaiknya kita lakukan adalah mengakui bahwa untuk mendapatkan uang dan menjadi kaya memang tidaklah mudah. Abaikan oknum yang memberi ide “cara cepat, cara mudah, cara kilat, cara ajaib, dll.” lalu gunakan waktu dan hati kita sekuat tenaga untuk mengupayakan bisnis kita di kondisi yang “sulit” ini.

Kesimpulan dan Saran

Artikel ini tidak bertujuan untuk membuat anda putus asa untuk menjadi orang kaya, akan tetapi untuk membuat anda mengabaikan saran-saran oknum yang tidak bertanggung jawab. Artikel ini juga dibuat akibat banyaknya kata kunci pada mesin telusur Google tentang hal ini. Kami berpikiran untuk sekalian saja menjaring kata kunci orang yang ingin cepat kaya tersebut dan mengedukasi mereka untuk segera “bertobat.” Lagipula, untuk apa mengejar kekayaan ketika penelitian membuktikan bahwa kekayaan bukan hal terpenting untuk mendapatkan kebahagiaan? Keluarga dan orang-orang terpenting di sekitar kitalah yang dapat membuat kita bahagia. [6]

Apabila seseorang memang ingin menjadi kaya, para ahli berpendapat bahwa menjadi kaya memang sulit, tetapi sangat bisa diupayakan. Banyak sekali artikel pada situs web KuBisnis yang dapat menjadi masukan anda mengembangkan startup bisnis anda. Seiring berjalannya waktu, akan banyak tutorial yang dapat anda pelajari dalam situs web KuBisnis untuk mengakumulasi keahlian anda. Semua artikel dan tutorial kami GRATIS, sehingga anda bisa menggunakan uang anda untuk mengakumulasi modal dan kekayaan anda 😀

Referensi
  1. “The World’s Billionaires List,” Forbes, http://www.forbes.com/billionaires/list/ (accessed March 16, 2016).
  2. “Indonesia’s 50 Richest List,” Forbes, http://www.forbes.com/indonesia-billionaires/list/ (accessed March 16, 2016).
  3. Creswell et al., 2015, “Drug C.E.O. Martin Shkreli Arrested on Fraud Charges,” New York Times, http://www.nytimes.com/2015/12/18/business/shkreli-fraud-charges.html (accessed March 16, 2016).
  4. Wikipedia contributors, “Capitalism,” Wikipedia, The Free Encyclopedia, https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Capitalism&oldid=710215107 (accessed March 16, 2016).
  5. Holmes, F., 2015, “U.S. Remains The Home Of The Brave Entrepreneur,” Forbes, http://www.forbes.com/sites/greatspeculations/2015/07/06/u-s-remains-the-home-of-the-brave-entrepreneur/ (accessed March 16, 2016).
  6. TED, 2016, “What Makes a Good Life? Lessons from the Longest Study on Happiness | Robert Waldinger | TED Talks,” Youtube, https://www.youtube.com/watch?v=8KkKuTCFvzI (accessed March 16, 2016).

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2016, "Tidak Ada Cara Cepat dan Mudah untuk Menjadi Kaya," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/tidak-ada-cara-cepat-mudah-menjadi-kaya/ (diakses pada 10 Dec 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda bisa mengirimkan saran pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.