Mengatasi Tingginya Turnover pada Startup


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Mengatasi Tingginya Turnover pada Startup (untuk menghemat pemakaian data).

Pada startup, tim yang solid sangat diidamkan oleh founder, namun hal ini sulit terjadi. Pemimpin tim harus dapat mempersiapkan hal yang terburuk yang dapat terjadi, yaitu turnover yang tinggi. Turnover dalam bidang sumber daya manusia dipahami sebagai seberapa lama seorang pegawai akan tetap bertahan pada pekerjaan (organisasinya). Ketika founder telah merekrut orang yang satu visi dan misi dengan organisasi, bukan berarti orang itu akan dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Daftar isi

Artikel ini membahas cara mengatasi tingginya turnover pada startup, yaitu dengan: (1) jujur dari awal; (2) menciptakan suasana yang nyaman; (3) jangan berharap terlalu tinggi; dan (4) menerima hasil dengan positif.

berhenti-bekerja

Berhenti bekerja | Photo by methodshop is licensed under CC-BY-SA-2.0

Jujur dari Awal

Ketika seseorang merekrut karyawan baru, ia harus jujur akan semua situasi dan kondisi yang ada dalam startupnya. Ia tidak dapat menutupi dan berharap kontrak akan dapat menyelesaikan permasalahan. Ketika kejujuran telah ada semenjak awal, calon karyawan akan mampu mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dengan lebih baik. Sehingga, ketika kesepakatan telah tercapai, tidak terjadi kesenjangan antara ekspektasi (apa yang diharapkan) dan realisasi (apa yang sebenarnya terjadi). Kesenjangan ekspektasi dan realisasi ini sebenarnya merupakan penyebab utama dari tingginya turnover pada startup. Jelaskan juga mengenai deskripsi pekerjaan dengan sangat rinci. Ini penting agar calon karyawan tahu apa yang harus benar-benar mereka lakukan dalam pekerjaan keseharian mereka.

Suasana yang Nyaman

Memang startup adalah organisasi yang masih muda dan akan terus berubah bentuk sampai menemukan model bisnis yang tepat, tetapi bukan berarti organisasi ini tidak dapat menciptakan suasana yang nyaman dalam bekerja. Ketika begitu banyak pekerjaan dan tekanan akan kebangkrutan, sangat penting untuk mendapatkan tim yang fungsional untuk menghadapi masalah tersebut. Ketika terjadi suatu masalah, pemimpin harus mau bertanggung jawab dan tidak melemparkan kesalahan kepada anggota tim. Rasa “kemanusiaan” yang kuat akan dapat membuat ikatan kelompok menjadi lebih baik. Hindari perilaku narsisme dan egois apabila kita menjadi pemimpin.

burnout

Burnout | Photo by geralt is not licensed (Public Domain)

Ketika semua merasa nyaman dalam kelompok, maka kelompok itu akan dapat fokus pada masalah (bahaya) eksternal. Kenyamanan ini membuat energi tidak habis untuk mengurusi masalah internal (dan ditambah eksternal) yang dapat memicu adanya burnout. Burnout (keletihan) merupakan salah satu penyebab turnover yang tinggi pada startup. Pemimpin mungkin tidak menyadari besarnya energi yang dapat terkuras ketika kelompok memiliki banyak masalah internal, walaupun masalah ini kadang sangat sepele dan tidak penting.

Bersikap Realistis

Ketika seseorang menemukan calon karyawan yang berkualitas dan sepertinya berkomitmen tinggi, ia jangan lalu berharap terlalu tinggi. Ingat bahwa mereka mungkin hanya menjadikan startup anda sebagai batu loncatan dan kapanpun dapat keluar dari kelompok untuk bergabung kepada kelompok lain yang lebih “baik.” Apabila pemimpin menaruh ekspektasi terlalu tinggi dan ternyata realisasinya tidak sesuai, Ia dapat kecewa terlalu dalam dan menjadikan stabilitas kelompok terganggu. Ingat bahwa manusia adalah makhluk yang oportunis, ketika kesempatan yang lebih baik datang, mereka akan menyambut kesempatan itu. Bersikap realistis adalah cara yang sangat baik untuk menjaga pemimpin dari tekanan akibat turnover yang tinggi pada startup.

Jaga ekspektasi anda dan jangan menaruh tanggung jawab yang terlalu besar pada karyawan anda. Seorang pemimpin harus dapat mengatasi kekosongan posisi penting yang ditinggalkan oleh anggotanya. Bisnis kuliner mungkin adalah contoh yang paling tepat. Ketika seseorang membuka restoran misalnya, ia harus dapat menguasai setiap jenis menu masakan dalam restorannya. Sehingga, ketika sang koki andalan pergi, ia tidak lantas gulung tikar karena masih dapat merekrut koki baru. Ia juga dapat mengajarkan cara membuat masakan dengan kualitas yang sama. Ini hanya dapat dilakukan apabila startup memiliki sistem yang baik.

Sikap Mental Positif

Ketika semua hal di atas sudah dilakukan, tetapi karyawan masih memutuskan untuk berhenti, kita harus memiliki sikap mental positif. Banyak contoh ketika atasan tidak mau menerima karyawan yang berhenti lalu mengancam ke pengadilan, berkata kasar, dll., yang tidak membawa keuntungan pada pemimpin itu. Kita harus sadar bahwa setiap orang memiliki passion dan ambisi pribadi yang tidak bisa kita batasi. Seorang pemimpin harus mau menerima dan dengan tulus berharap mantan karyawan akan mampu meraih kesuksesan di masa depan.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

sikap-mental-positif

Sikap mental positif | Photo by BK is licensed under CC-BY-2.0

Apabila seseorang memperlakukan karyawan dengan baik, biasanya karyawan juga akan bersikap baik dengan memberikan pemberitahuan satu bulan sebelumnya. Ketika periode ini, kematangan kita akan diuji dengan pilihan: (1) segera marah dan menyuruh keluar karyawan tersebut, (2) bersikap dingin dan membatasi kerja karyawan sampai dia keluar, (3) bersikap positif, memberikan “best wishes,” dan mari kita nikmati moment satu bulan ini. Pilihan ketiga akan memberikan kesan positif dan menjaga suasana tim dan ikatan antar anggota tetap kuat. Kita tidak akan pernah tahu kalau nanti mantan karyawan tersebut akan menjadi rekan bisnis, atau membuat bisnis yang jauh lebih sukses dari kita. Kesan positif ini akan membawa manfaat yang lebih besar.

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2015, "Mengatasi Tingginya Turnover pada Startup," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/mengatasi-tingginya-turnover-pada-startup/ (diakses pada 25 May 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.