Produk: Kebutuhan, Keinginan, dan Kecintaan


Laman ini adalah tampilan standar. Akses versi seluler cepat laman ini di: Produk: Kebutuhan, Keinginan, dan Kecintaan (untuk menghemat pemakaian data).

Dalam dunia marketing, produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan pada pasar yang dapat memuaskan kebutuhan (need) atau keinginan (want). Ketika membahas startup, kita tidak cukup membahas sampai pada keinginan, tetapi lebih jauh untuk membuat produk yang dicintai oleh pengguna. Startup yang sukses selalu dapat membuat produk yang benar-benar dicintai oleh penggunanya, sehingga niche yang mula-mula kecil akan dapat tumbuh besar karena kekuatan cinta.

Daftar isi

Artikel ini membahas tentang (1) kebutuhan; (2) keinginan; dan (3) kecintaan; yang berkaitan dengan produk.

Kebutuhan (Need)

Setiap manusia yang hidup pasti memiliki kebutuhan, dulu kita telah belajar bahwa ada kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, yang diurutkan dari kepentingan dan dari mana yang lebih mendesak. Hasrat yang harus dipenuhi untuk dapat hidup inilah yang disebut kebutuhan. Produk yang dapat memenuhi kebutuhan akan memberikan sejumlah nilai sehingga dapat memuaskan konsumen (atau mungkin tidak). Tingkat kepuasan yang ditimbulkan ketika kebutuhan telah terpenuhi adalah yang paling kecil dibandingkan ketika keinginan dan kecintaan terpenuhi. Misalnya seseorang ingin makan mie goreng, mie goreng dalam kasus ini adalah kebutuhannya.

Dengan makan mie goreng apapun itu, kebutuhan makan mie goreng seseorang akan terpenuhi, dan ia akan memperoleh nilai manfaat yang mungkin akan memuaskannya atau mungkin juga tidak. Biasanya kebutuhan makan mie gorengnya tidak akan terpuaskan dengan makan sembarang mie goreng, sehingga ia menginginkan mie goreng yang lebih enak, lebih banyak, dan lebih mewah, ini adalah keinginan (want) yang akan dibahas pada bagian selanjutnya. Produk yang hanya dapat memenuhi kebutuhan saja biasanya berkompetisi pada area harga, jauhi hal ini sebisa mungkin.

restoran-1

Keinginan | Photo by neshom is not licensed (Public Domain)

Keinginan (Want)

Keinginan merupakan sesuatu yang lebih jauh dari kebutuhan. Tanpa ada kebutuhan, maka tidak ada keinginan (walaupun manusia kadang menginginkan sesuatu yang tidak dibutuhkan). Ketika suatu produk dapat memenuhi keinginan manusia, maka produk itu akan memberikan nilai manfaat yang lebih tinggi, sehingga seseorang akan dapat memperoleh tingkat kepuasan yang lebih tinggi dari pada ketika kebutuhannya terpenuhi. Dalam contoh mie goreng di atas, keinginannya adalah mie goreng yang lebih enak, lebih banyak, lebih mewah (lebih banyak daging atau aksesoris lain), lebih bersih, lebih sehat, dll.

Dengan kebutuhan yang sama (mie goreng), keinginan tiap orang mungkin akan berbeda. Produk yang bermain pada area keinginan akan mempunyai banyak varian dan fitur yang ditawarkan untuk memenuhi keinginan yang spesifik. Di sini akan ada produk mie goreng yang akan fokus ke kesehatan, kemewahan, porsi, dll. Keinginan pada produk mie goreng ini juga dapat tidak secara langsung berkaitan, seperti kenyamanan, suasana, keramahan (ingat bahasan touch point sebelumnya). Produk yang dapat memenuhi keinginan sudah lebih bernilai, tetapi startup akan mengincar produk yang dicintai, [1] yang akan dijelaskan di bawah ini.

restoran-2

Kecintaan | Photo by Alexey Potov is licensed under CC-BY-SA-2.5

Kecintaan (Love)

Apa yang membuat seseorang mencintai pasangannya? Mungkin karena pasangannya adalah satu-satunya orang yang mengerti dirinya dengan sangat baik. Ketika kita berbicara membuat produk yang dicintai pengguna, sebenarnya yang dimaksud adalah bagaimana kita membuat sesuatu yang memiliki basis pengguna yang penuh gairah, yang mana pengguna tersebut ingin produk dan perusahaan kita untuk bisa sukses, dengan tanpa syarat.

Ketika seseorang baru saja memulai bisnisnya, hubungannya dengan konsumen akan lebih intim, sehingga bagaimana ia mengeksekusi strategi pada fase ini akan sangat penting. Ketika ia mempunyai produk yang diinginkan oleh konsumen, langkah selanjutnya adalah bagaimana menjalin hubungan dengan konsumen sehingga dapat mencintai produk dan usahanya. Prinsip hubungan ini akan mirip dengan bagaimana kita menjalin hubungan dalam dunia nyata:

  • Mengakuisisi konsumen baru adalah seperti kencan.
  • Mempertahankan konsumen lama adalah seperti pernikahan.

Ketika mengakuisisi konsumen baru, kesan pertama (first impression) sangat penting. Ketika calon konsumen berkunjung ke website, fans page, kantor, pastikan semua dalam keadaan yang manis. Apa yang biasa seseorang lakukan ketika berpacaran? tentu saja banyak mengabadikan cerita dan momen dengan pasangan. Terapkan ini juga dengan bisnis anda, abadikan momen dan kisah anda dengan konsumen anda.

like-fb-kubisnis

Apabila Anda menyukai artikel KuBisnis, bantu KuBisnis untuk tumbuh di www.facebook.com/KuBisnis/

produk-dicintai-pengguna

youtube.com/watch?v=sz_LgBAGYyo | Video by How to Start a Startup is licensed under Standard YouTube License

Dalam pernikahan, pertengkaran akan selalu terjadi, bahkan pernikahan yang sukses akan selalu diwarnai dengan pertengkaran. Namun bagaimana mengendalikan konflik ini akan sangat menentukan apakah konsumen akan bercerai dengan anda. Buatlah support konsumen yang baik sehingga semuanya dapat diatasi. [2] Membina hubungan adalah sesuatu yang personal, itulah mengapa tidak semua hal dapat dikomputerisasi. Ketika bisnis anda dicintai, ini adalah nilai terbesar yang dapat diperoleh, sehingga kemungkinan anda untuk sukses akan semakin tinggi.

Referensi
  1. Altman, S., 2015, “Startup advice, briefly,” http://blog.samaltman.com/startup-advice-briefly (accessed November 5, 2015).
  2. Hale, K., 2014, “Lecture 7: How to Build Products Users Love, Part I,” http://genius.com/Kevin-hale-lecture-7-how-to-build-products-users-love-part-i-annotated (accessed November 5, 2015).

Kutip artikel ini:
Kontributor KuBisnis, 2015, "Produk: Kebutuhan, Keinginan, dan Kecintaan," Artikel KuBisnis, https://www.kubisnis.com/produk-kebutuhan-keinginan-dan-kecintaan/ (diakses pada 24 Sep 2018).

Artikel Terkait:

Artikel ini bukan yang Anda butuhkan?
Anda dapat mengisi komentar di bawah untuk memberitahu kami topik atau judul artikel yang Anda inginkan.
Anda juga bisa mengirimkan komentar pada KuBisnis di akun fb/twitter/google kami di @KuBisnis.
Topik dengan voting komentar terbanyak akan mendapatkan prioritas dibuatkan artikel.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kode Verifikasi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.